Hari Tani Nasional di Palu, Hentkan Perampasan Tanah Petani !

0
152

PALU, beritapalu | Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September juga dilaksanakan di Palu. Front Perjuangan Rakyat (FPR) dan Aliansi Rakyat Bersatu (ARB) Sulteng mempeloporinya dengan turun ke jalan.

Sejumlah aktivis Aliansi Rakyat Bersatu meneriakkan yel-yel saat menggelar unjuk rasa memperingati Hari Tani Nasional di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah di Palu, Senin (24/9/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)yat,alian

Aksi yang diikuti ratusan massa itu membawa sejumlah pamflet dan spanduk yang berisi sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Dalam orasinya, salah seorang aktivis menyatakan, Hari Tani Nasional kali diperingati dalam kondisi yang semakin sulit bagi para petani. Pemerintah dinilainya gagal memberikan jaminan dan perlindungan hidup yang layak bagi kaum tani, rakyat semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup, mahalnya kebutuhan produksi pertanian, pupuk, benih, dan obat-obatan. Belum lagi kebutuhan dapur yang kian mahal, biaya kesehatan, biaya pendidikan, upah, tanah dan lapangan kerja.

Mereka menilai, kemiskinan dan kesengsaraan kaum tani disebabkan kebijakan pemerintah yang lebih mementingkan para pemilik modal besar yang bahkan merampas sumber daya alam demi keuntungan.

Tak itu saja, program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial (RAPS) dinilai mempermudah penguasaan tanah  oleh segelintir orang.

Di Sulawesi Tengah, program RAPS tidak hanya menyasar penguasaan tanah yang dilakukan oleh negra tetapi juga berkonlik dengan masyarakat. Terlalu banyak contoh katanya di daerah ini yangbisa dijadikan fakta kegagalan program RAPS itu.

“Hentikan perampasan tanah petani,” teriak salah seorang aktivis dari atas kendaraan sound system.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian setempat. (wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here