Seangle Pelopori Hadirnya Pusat Daur Ulang Sampah di Palu

0
210
Prosesi peresmian Recycling Center Sountasi ditandai dengan pemasangan papan nama, Jumat (21/9/2018). (Foto: bmzIMAGEs/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Seangle Palu, sebuah organisasi berbasis komunitas peduli sampah mempelopori hadirnya Pusat Daur Ulang Sampah di Palu.

Recycling Center yang diberi nama “Sountasi” dan terletak di Kelurahan Kabonena, Palu Barat itu diresmikan pemanfaatannya dalam sebuah seremonial sederhana yang dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Founder Divers Clean Action, perwakilan Seangle se Sulawesi, General Manager Marketing PT Fast Indonesia-KFC, dan sejumlah wartawan.

Koordinator Seangle Palu Abizar Ghiffary mengatakan, awalnya sangatsulit mengumpulkan volunteer dalam kerja-kerja lingkungan seperti itu. Namun berkat supporting yang terus menerus oleh Divers Clean Action, akhirnya Pusat Daur Ulang Sampah itu dapat juga diwujudkan.

“Untuk tahap awal, Recycling Center ini baru mendaur ulang sampah plastik. Insya Allah ke depannya akan kita tingkatkan lebih jauh lagi,” sebutnya.

Para pendukung Pusat Daur Ulang Saountasi pose bersama usaiacara peresmian, Jumat(21/9/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Founder Divers Clean Action Swietenia Puspa Lestari menyebutkan, Seangle Palu adalah salah satu produk dari Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) yang diinisiasinya di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Seangle Palu adalah percontohan bagi pengelolaan sampah laut karena progressnya dalam pelaksanaan pembersihan sampah laut paling signifikan dibanding lima Seangle di kota lain,” ungkapnya.

Ia berharap dengan hadirnya Recycling Center itu bisa mengurangi beban sampahlaut yang terus meningkat jumlahnya.

Berdasarkan data yang dimilikinya, total sampah laut di dunia mencapai 1,3 juta ton per tahun. Ironisnya, karena Indonesia dicap sebagai kontributor kedua terbesar dalam hal sampah plastik di dunia.

“Itu sebabnya Divers Clean Action terus mengampanyekan dan mengganungkan peran serta masyarakat. terutama masyarakat di pesisir untuk ikut mengatasi sampah laut ini,” imbuhnya.

Baik Dinas Peridustrian dan Perdagangan maupun Dinas Lingkungan Hidup yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi positif inisiatif yang dilakukan generasi muda tersebut dalam memerangi sampah.

Paling tidak katanya, langkah itu telah membantu Pemerintah dalam usahanya menjadikan Kota Palu sebagai daerah yang bersih dari sampah.

Acara persemain Recycling Center itu juga ditandai dengan seaschool, yakni pendidikan dini bagi pelajar SD dalam memilahsampah sebelum dibuang. Salah satu sasarannay adalahdi SD DDI Ujuna yang bahkan telah difasilitasi dengan tempat sampah dalam berbagai klasifikasi sampah.

“Ini kelihatannya sepele, tapi sangat berarti. Karena jika anak-anak sudah terbiasa dengan sistem buang sampah yang ditunjukka, tentu mereka tidak lagi membuang sampahnya di sungai atau di laut,” ujar Reny Septiani, salah seorang anggota Seangle Palu.

Di tempat terpisah menandai peresmian Recycling Center itu juga digelar Gerebek Sedotan Plastik di salah satu pusat perbelanjaan di Palu. Para relawan memasuki rumah-rumah makan atau restoran siap saji dan menukarkan sedotan plastik yang digunakan oleh pengunjung dengan sedotan yang terbuat dari bambu.

Sedotan dari bambu itu difasilitasi oleh KFC yang seperti diketahui cukup concern memberi dukungan dalam upaya pedulilingkungan termasuk usaha pembersihan sampah plastic.

“Kami bahkan tidak memberikan sedotan plastic kepada setiap pengunjung KFC, kecuali jika diminta,” ungkap General manager Marketing KFC Hendra Yuniarto. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here