Kirab Satu Negeri GP Ansor akan Jajal Palu, Parigi, dan Donggala

0
277
Pimpinan Pusat GP Ansor Faisal Attamimi (kiri), Ketua GP Ansor Sulteng Alamsyah (kedua dari kiri), dan Sekretais Panitia Kirab Satu Negeri Riscky Munandar (kanan) saat jumpa pers di sekretariat AJI Palu, Rabu (29/9/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Gawean besar Gerakan pemuda (GP) Ansor, Kirab Satu Negeri yang telah dimulai sejak 16 September lalu dan akan berakhir pada 26 Oktober mendatang dipastikan akan menjajal tiga wilayah di Sulteng, yakni Palu, Parigi Moutong, dan Donggala.

Kepastian itu disampaikan Ketua GP Ansor Sulteng Alamsyah saat menggelar jumpa pers di  Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Rabu (19/9/2018). Alamsyah yang saat itu bersama pimpinan pusat GP Ansor Faisal Attamimi dan Sekretaris Panitia Lokal Kirab Satu Negeri Riscky Munandar menyatakan, tema besar yang diusung dalam kegiatan itu adalah “Kita Ini Sama” dengan tagar Bela Bangsa Agama Negeri.

“Kita memang berbeda-beda, tapi sesungguhnya kita sama. Tak perlu menajamkan perbedaan itu, sebaliknya justeru kesamaan itu yang harus kita kedepankan untuk kemajuan negeri ini,” sebutnya.

Kirab itu menurutnya tidak hanya bertujuan untuk meneguhkan komitmen atau konsesi nasional tentang pilar-pilar kebangsaan dan kebhinekaan yang satu, tetapi juga mendorong kemenangan Islam moderat.

“Selama ini banyak orang yang mengambil peran sebagai silent mayority. Tapi sesungguhnya kita tidak boleh diam ketika melihat kemungkaran, kesalahan, atau ketidakbaikan. Nah kegiatan ini berusaha mengajak pihak-pihak yang ada dalam posisi itu agar ikut mengambil peran atau menjadi unsilent mayority,” jelasnya.

Sementara itu, Rsicky Munandar menjelaskan, Kirab Satu Negeri di Sulawesi Tengah akan dimulai di Parigi Moutong, tepatnya di Tugu Khatulistiwa, Kecamatan Sinei pada Minggu (23/9/2018) yang ditandai dengan serah terima peserta kirab yang dilanjutkan dengan konvoi.

Keesokan harinya atau pada Senin (23/9/2018) berlanjut ke Kota Palu yang diisi dengan ziarah ke makam-makam pendahulu seperti di Mantikole, Pue Njidi dan juga Guru Tua. Akan dilakukan pula deklarasi dukungan untuk Guru Tua sebagai pahlawan nasional.

“Juga akan dilaksanakan dialog yang mengangkat peran etnis Tionghoa dalam sejarah perkembangan Sulawesi Tengah,” imbuhnya.

Tak hanya itu, aksi sosial lainnya berupa penanaman pohon di hutan kota, wista budaya di SOu Raja, shalawatan ke Habib, dan safari Jumat ke masjid-masjid.

Di Donggala, kegiatan Kirab itu akan dipusatkan di Desa Batusuya yang akan diisi dengan zikir dan istighasah.

“Setidaknya ada sektiar 1.945 massa yang akan dilibatkan dalam kegiatan ini,” tambahnya.

Ditanya kemungkinan adanya muatan politis dalam kegiatan itu, pimpinan pusat GP Ansor Faisal Attamimi membantahnya.

Ia menegaskan, Kriab Satu Negeri ini tidak ada sama sekali kaitannya dengan kegiatan politik praktis, atau dukung mendukung capres. Ini semata-mata murni gerakan untuk menegaskan konsesi nasional, untuk menjaga keutuhan bangsa ini.

Kirab Satu Negeri yang diinisiasi GP Ansor itu akan berlangsung di seluruh Indonesia dalam lima koridor wilayah, yakni Sabang yang mencakup wilayah Sumatera, Rote mencakup Jawa-Bali-Nusa Tengagra, Nunukan mencakup Kalimantan, Merauke mencakup Papua, dan Miangas yangmencakup Sualwesi dan Maluku termasuk di dalamnya Sulawesi tengah.

Puncak Kirab Satu Negeri itu akan berlangsung pada 26 Oktober mendatang di Jogyakarta yang akan menghadirkan setidaknya 100 ribu kadernya dalam sebuah bentuak apel kebangsaan. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here