Honorer K2 Unjuk Rasa, Minta Segera Diangkat Jadi PNS

0
275
Sejumlah perwakilan tenaga honorer K2 membawa pamflet saat berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sulawesi Tengah di Palu, Senin (17/9/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | Sejumlah perwakilan tenaga honorer katagori (K2) se Sulawesi Tengah berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sulteng di Palu, Senin (17/8/2018).

Mereka meminta agar pemerintah segera mengangkat mereka menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan syaratnya diperlonggar, yakni batasan usia boleh lebih dari 35 tahun. Pasalnya, di antara mereka, banyak yang telah melampaui batas usia tersebut sebagaimana diatru dalam UU ASN.

Massa tenaga honorer K2 itu tiba di depan Kantor DPRD Sulteng sekitar pukul 09.30 Wita menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat. Beberapa rombongan juga ada yang diangkut dengan truk.

Setibanya di lokasi, mereka tidak langsung melakukan orasi, melainkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Honorer. Para pegunjuk rasa  itu tampak sangat menyelami kedua lagu yang dinyanyikan itu, bahkan ada peserta unjuk rasa yang meneteskan air mata.

Dalam orasinya yang dilakukan secara bergantian, mereka menuntut agar janji pemerintah untuk mengangkatnya sebagai PNS segera diwujudkan.

“Kita juga manusia, honorer juga manusia. Sudah berkali-kali kita dijanji akan segera diangkat menjadi PNS, tapi hingga sekarang, janji itu hanya tinggal janji,” ujar salahs eorang epserta aksi yang berorasi.

Menurutnya, waktu berjalan terus dan usia kian bertambah. Tak sedikit di antara para tenaga honorer itu yang telah mengabdi hingga 15 tahun bahkan ada yang lebih lama lagi.

“Kami semakin tua, dan janji itu belum pernah diwujdkan hingga kini,” sebutnya.

Sementara itu, sejumlah anggota DPRD Sulteng yang menemui pengunjukrasa sepakat dengan tuntutan para tenagahonorer itu. Menurutnya, ini adalah persoalan kemanusiaan yangharus segera dituntaskan.

Meski begitu, DPRD Sulteng tidak bisa berbuat banyak kecuali menerima dan menyalurkan aspirasi para tenaga honorer tersebut, karena kebijakannya berada di tingkat pusat.

Di tingkat pusat sendiri, kini sedang dibahas revisi UU ASN yang membatasi penerimaan pengangkatan PNS dalam batas usia maksimal 35 tahun. Jika itu tidak diakomodir dalam revisi tersebut, maka dapat dipastikan tidak semua tenaga honorer dapat diangkat karena persoalan usia yang lewat batas.

“Kiat berharap, revisi UU ASN itu menghapus batas usia tersebut,” harapnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here