Festival Drama Berbahasa Kaili di Taman Budaya Sulteng

0
459
Gubernur Sulteng diwakiliKepala Badan pemebrdayaan Perempuan Norma Mardjanu (tengah) pada pembukaan Festival Drama Berbahasa Kaili di Taman Budaya Sulteng, Jumat (14/9/2018). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu | “Kamai  kita mosangu, mosabatutu, mangareataka, mompatuvu Bahasa Kaili. Molaku mbaso maliangu dunia ritanah  njambali.”

Demikian slogan yang  dipajang dalam event Festival Drama Berbahasa Kaili (FDBK) yang diinisiasi oleh Sanggar Seni Darsah di Taman Budaya Sualwesi Tengah, 14 hingga 16 September 2018.

Kegiatan seni yang dibuka oleh Gubernur Sulteng diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Sulteng Hj Norma Marjanu itu diikuti sedikitnya tujuh kelompok atau komunitas seni yang ada di wilayah Palu, Donggala dan Parigi Moutong.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Sulteng mengapresiasi inisiatif Sanggar Seni Darsah pimpinan Fitriani Idris untuk menggelar kegiatan seni tersebut. Menurutnya Norma, event tersebut sedikitnya menjadi salah satu upaya untuk melestarikan Bahasa Kaili sekaligus mengangkat nilai-nilai  budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat Kaili.

Direktur Sanggar Seni Darsah Fitriani Idris menyatakan, event itu meruapakan jawaban atas kegelisahan proses berkesenian, dimana budaya Kaili makin tergeser oleh pengaruh global dan modern.

“Melalui festival ini kita berharap, selain menjadi wahana untuk berekspresi bagi para pekerja teater, sekaligus menjadi media untuk mengembangkan potensi diri, dan lebih dari itu membudayakan dan mengangkat kembali nilai-nilai budaya masyarakat Kaili,” jelas Fitriani.

Dalam festival itu, setiap pelakon diwajibkan menggunakan Bahasa Kaili sebagai  bahasa dialognya. Konsep juga tidak dibatasi namun diharapkan memberi nuansa baru yang belum pernah ada sebelumnya.

Begitu pula pesan-pesan yang disampaikan dalam drama tersebut, sedapatnya dapat dicerna, dan bisa  membangunkomunikasi dengan penonton, baik secara langsung menggunakan bahsa verbal, maupun melalui spirit yang disampaikan.

Sejumlah sanggar seni  yang akan tampil  dalam festival tersebut antara lain Sanggar Seni Kutora ParigiMoutong, Bantaya Marisa, Nupabomba, Torilino, Patanggota, Tamunggu, dan Sanggar Seni Lentera. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here