Warga di Lanskap Lariang  Ikuti Pelatihan Jurnalis Warga

0
326

PALU, beritapalu | Sedikitnya 13 peserta dari Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso yang berada di Lanskap Lariang mengikuti pelatihan jurnalis warga yang dilaksanakan Non Timber Forest Product Exchange Programme Indonesia (NTFP-EP) Indonesia yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Best western coco Palu, Minggu (2/9/2018).

Suasana pelatihan jurnalisme warga oleh Non Timber Forest Product Exchange Programme Indonesia (NTFP-EP) Indonesia yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Best western coco Palu, Minggu (2/9/2018). (Foto: Abal)

Thasia Ginting, manajer program Green Livelihood Alliance (GLA) Lanskap Lariang mengatakan pelatihan jurnalisme warga bertujuan untuk membekali mereka, mengenai ilmu jurnalistik dasar agar bisa memantau dan melaporkan pengelolaan sumber daya alam di landskap Lariang.

“Kami melibatkan perwakilan pemuda calon jurnalis warga yang ada di tiga lokasi yaitu Kulawi, Lembah pekurehua dan Lembah Bada. Pelatihan ini juga dihadiri oleh NGO pendamping yang bergabung dalam dua konsorsium yaitu ROA (SP, YPAL, ROA) dan SIKLUS (SIKAP, KARSA, IMUNITAS).

Thasia menyebutkan trainer pada pelatihan ini adalah Ridzki P Sigit  yang merupakan Direktur Mongabay Indonesia dan Christovel Paino mantan ketua AJI Gorontalo dan jurnalis senior Mongabay Indonesia.

Ditambahkan pula bahwa kegiatan inti pelatihan ini adalah pemberian materi, diskusi, dan praktek mengenai jurnalisme warga. Materi yang diberikan diantaranya adalah mencari ide berita, kode etik, teknik menulis, teknik wawancara, dan fotografi berita.

Ia menjelaskan agar materi yang disampaikan dapat terserap langsung oleh para peserta, maka pemberian materi disertai dengan adanya praktek langsung. Dalam setiap penyampaian materi, diberikan praktek langsung dan review bersama. Selain praktek langsung, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan.

“Tanya jawab ini diperuntukkan agar mereka dapat memahami seutuhnya materi terkait. Antusiasme peserta pada pelatihan jurnalistik tingkat dasar ini sangat tinggi terlihat dari banyaknya peserta yang aktif bertanya serta keaktifan peserta saat praktek berlangsung”ungkap Thasia.

Hasil dari pelatihan  diantaranya adalah peserta pelatihan akan berperan sebagai jurnalis warga. Peserta juga berkomitmen untuk membuat satu berita dalam satu bulan. Kegiatan terdekat yang akan dilaksanakan adalah menjadi jurnalis warga dalam festival lore yang akan dilaksanakan pada 8-11 November 2018 mendatang. (bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here