Peradaban Sigi Hadir di Festival Naoni Bungi 2018

0
361
Open Ceremony Festival Naomi Bungi di Desa Kabobona, Sigi, Kamis (30/8/2018) malam. (Foto: Ary)

SIGI, beritapalu | Peradaban Kabupaten Sigi dihadirkan dalam mozaik seni budaya bertajuk Festival Naoni Bungi yang digelar di Rano Bungi, Desa Kabobona, Dolo, Sigi, Sulawesi Tengah. Pembukaannya dilakukan pada Kamis (30/8/2018) oleh Direktur Warisan dan Diplomasi Budara Nadjamuddin Ramli yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Bupati Sigi Irwan Lapatta.

Bupati Sigi Irwan Lapatta menyebutkan, Festival Naomi Bungi merupakan festival yang pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sigi dan memberi ruang bagi para pekerja seni untuk mempersembahkan karya seninya.

“Festival Naomi Bungi ini sudah dirintis secara mandiri oleh para pelaku seni di Kabupaten Sigi. Pelaku seni sudah mampu mengundang seniman dari mancanegara melalui jaringan yang sudah terbangun. Jaringan komunitas-komunitas tersebut berasal dari kota-kota di Sulawesi Tengah, Bali, Aceh, dan Makasar serta dari luar negeri seperti Austria, Jepang, dan Sinegal,” tuturnya

Menurut Iwan Lapata bahwa Festival Naomi Bungi yaitu Naomi artinya bunyi, sementara Bungi adalah daratan yang terbentuk akibat surutnya air sungai sehingga terbentuk adanya sebuah danau. Festival ini dilaksanakan selama tiga hari dan digelar pada tiga tempat yang berbeda yaitu di Rano Bungi, Cagar budaya Lumpung Batu, dan Cagar Budaya Arsitektur Kulawi.

Festival Naomi Bungi juga mengambil lokasi di Kampung Adat Toro di Kecamatan Kulawi. Hal ini merupakan penghargaan terhadap masyarakat adat di Kabupaten Sigi sekaligus edukasi bagi warga Sigi untuk mengenali kembali kampung adat.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budara Nadjamuddin Ramli mengatakan, Festival Naomi Bungi merupakan bagian dari platform kebudayaan Indonesiana. Kerja sama ini diharapkan mampu menambah gaung festival dan turut membangun keberlangsungan ekosistem seni dan budaya di Palu, khususnya Kabupaten Sigi.

“Hal ini sekaligus melaksanakan amanah Undang-Undang no.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang menjadi dasar diselenggarakannya Indonesiana,” ujar Nadjamuddin Ramli

Nadjamuddin Ramli berharap kedepannya masyarakat Sigi yang berkeja di sektor apapun akan datang berkunjung ke Rano Bungi untuk melihat langsung persembahan karya seni atraksi budaya.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here