17 Agustus, 28 Napi di Sulteng Dapat Remisi Bebas

0
458

PALU, beritapalu | Sedikitnya 28 orang  nara pidana (Napi) di Sulawesi Tengah dinyatakan bebas setelah mendapatkan remisi dalam rangka Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Suprapto. (Foto: Kemenkum HAM Sulteng)

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Suprapto mengatakan, remisi tersebut sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, PP No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, yang telah diubah menjadi PP Nomor 99 Tahun 2012 dan Keppres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

Ia mengungkapkan, di wilayah Sulawesi Tengah saat ini terdapat 2.319 orang Narapidana dan 941 orang Tahanan, total keseluruhan Narapidana dan Tahanan se sulteng sebanyak 3.260 orang.

Khusus Narapidana yang berjumlah 2.319 orang tersebut, yang memperoleh remisi umum sebanyak 1.582 orang terdiri dari 1.536 orang mendapat RU I (sebagian) atau pengurangan masa hukuman dan 41 orang memperoleh RU II (seluruhnya) terdiri dari 28 orang yang dinyatakan langsung bebas pada tanggal 17 Agustus 2018 dan 13 orang dinyatakan bebas pidana pokok tetapi masih menjalani pidana subsider.

Dari Total Narapidana berjumlah 1.582 orang yang memperoleh remisi terkait PP Nomor 28 tahun 2006 sebanyak 9 orang, serdangkan yang memperoleh remisi terkait PP Nomor 99 Tahun 2012 sebanyak 174 orang.

28 orang yang dinyatakan langsung bebas pada tanggal 17 Agustus 2018 tersebut berasal dari Lapas Palu 1 orang, Lapas Luwuk 4 orang, Lapas Toli-toli 1 orang, Rutan Palu 7 orang, Rutan Donggala 5 orang, Rutan Poso 2 orang, Rutan Parigi 5 orang, dan Lapas Anak 3 orang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan menegaskan bahwa warga binaan yang mendapat remisi tersebut telah dipastikan memenuhi syarat dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemberian remisi merupakan wujud kepedulian negara kepada warga negara yang kebetulan menjadi narapidana untuk tetap mampu menjadi manusia yang menjaga integritas hidup, kehidupan dan penghidupannya. Pemberian remisi juga merupakan pemenuhan hak terhadap narapidana untuk sesegera mungkin bisa berintegrasi dalam kehidupan masyarakat secara sehat,” jelasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here