Kawasan Megalitik Lore Lindu Menuju World Heritage UNESCO 2021

0
374

PALU, beritapalu | Kawasan Megalitik Lore Lindu ditargetkan akan masuk dalam daftar World Heritage atau Warisan Budaya Dunia di United Nation Education, Scientific and Culture Organization (UNESCO) tahun 2021.

Kawasan megalit Pokokea dilembah Napu. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo Zakaria Kasimin mengatakan saat ini tahapannya sedang berlangsung. Dimulai sejak tahun 2017 yang lalu ketika Festival Palu Nomoni berlangsung di kota Palu. Salah satu kegiatannya adalah membahas tentang persiapan ini. Targetnya dalam kurun lima tahun segala persyaratan untuk menuju World Heritage Unesco pada 2021 dapat tercapai.

“Rangkaian kegiatan lanjutannya, yang sedang kita laksanakan saat ini yaitu Focus Group Discussion persiapan Delineasi Kawasan Megalitik Lore Lindu. Mulai dari dari pembekalan, survei, forum group discussion/FGD, penyusunan laporan, analisis data, kajian para ahli dan penyusunan bahan untuk dikirim ke UNESCO,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo Zakaria Kasimin, di sela-sela Kegiatan Delineasi Kawasan Megalitik Lore Lindu, Senin malam, (23/07/2018) di Hotel Santika Palu.

Data yang ada saat ini, menurut Zakaria kawasan megalitik Lore Lindu merupakan peninggalan peradaban manusia yang terluas di Asia Tenggara. Kawasan ini dikelilingi empat lembah, yaitu Lembah Behoa, Lembah Bada, Lembah Napu di Kabupaten Poso  dan lembah Lindu di Kabupaten Sigi.

Delineasi Kawasan Megalitik Lore Lindu ini dimaksudkan untuk menghimpun data tentang luasan situs cagar budaya dan batas-batas wilayah di kawasan tersebut. Pembekalan berlangsung tiga hari di Hotel Santika, diikuti 80 ahli sejarah, arkeolog dan dinas kependidikan.

“Targetnya pada tahun 2021, UNESCO sudah menetapkan kawasan megalitik Lore Lindu sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia atau Wold Heritage,” ujar Zakaria.

Salah satu alasan diajukannya kawasan megalitik Lore Lindu sebagai warisan budaya dunia Karen keunikannya. Batu-batu granit dengan ukuran besar dan panjang masih mistrius bisa berada di kawasan lembah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud, Triana Wulandari mengatakan delineasi untuk menata sistem zonasi dan luas dari kawasan cagar budaya. Termasuk batas batas cagar budaya yang berada di kawasan lore lindu. Karena rata rata situs cagar  budaya ini berada di dalam kawasan konsevasi Taman Nasional lore lindu.

Nantinya akan diketahui berapa luasan wilayah dari kawasan cagar budaya yang berada di empat lembah tersebut. termasuk juga untuk memastikan batas-batas Kawasan Megalitik Lore Lindu untuk kepentingan pemanfaatan pelestarian.

Delineasi ini akan membenahi tata ruang yang saling mendukung termasuk kepentingan yang bersinggungan dengan masyarakat maupun swasta.

Selain itu, nantinya dalam penyusunan status kawasan, ada kawasan inti, penunjang dan pendukung. Kita berharap masyarakat sekitar kawasan tetap bisa menerima manfaat atas kawasan megalith.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari masyarakat, pemerintah Provinsi Sulteng, Pemkab Sigi dan Poso atas upaya selama ini,” kata Triana

Asisten II Pemerintah Propinsi Sulawesi Tengah Bunga Elim Somba mengapresiasi atas upaya dari para ahli di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya yang sedang berkonsentrasi mempersiapkan kawasan Megalitik Lore Lindu masuk Warisan Budaya Dunia atau World Heritage UNESCO.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya ini. Semoga dapat memberikan dapak ekonomi yang lebih baik kepada masyarakat sekitar kawasan cagar budaya tersebut. ” kata Bunga Elim Somba, yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola.

Delineasi kawasan Megalitik Lore Lindu melibatkan dua kabupaten, Poso dan Sigi, dinas pendidikan, cagar budaya, arkeolog, sejarawan, Badan Pertanahan Nasional dan Balai Taman Nasional Lore Lindu.(wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here