Home | Terunik di Dunia, Festival Internasional Siap Digelar di Kepulauan Togean

Terunik di Dunia, Festival Internasional Siap Digelar di Kepulauan Togean

Wakil Bupati Tojo Unauna Admin Lasimpala (kedua dari kiri) bergandengan tangan dengan organizer pada peluncuran Togean International Oceanic Festival (TIOF) di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (23/7/2018). Festival yang akan digelar pada 7 sampai 11 Agustus di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna, Sulawesi Tengah itu diklaim terunik di dunia karena di gelar di tengah laut dan akan dihadiri sejumlah wisatawan luar negeri. bmzIMAGES/Basri Marzuki

PALU, beritapalu | Event internasional bertajuk Togean International Oceanic Festival (TIOF) siap digelar pada 7 sampai 11 Agustus mendatang di Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Unauna.

Pada konferensi persnya di Palu, Senin (23/7/2018), organizer TIOF, Frangky Raden menyatakan, kesiapan panitia saat ini sudah mencapai 80 persen.

“Beberapa bagian persiapan sedang kami rampungkan, dan semuanya siap pada hari pelaksanaan TIOF,” sebut Frangky yang pada kesempatan konferensi pers itu juga dihadiri Wakil Bupati Tojo Unauna Admin Lasimpala.

Frangky menyebutkan, sejumlah kegiatan festival telah diagendakan dan bahkan telah terkonfirmasi beberapa tamu baik dari dalam maupun luar negeri yang dipastikan hadir pada event tersebut.

Ada tiga tempat yang menjadi fokus kegiatan festival tersebut, yakni di Pulau Kabalutan, Malenge dan Pulau Papan yang masing-masing akan menampilkan atraksiseni dan budaya khasnya.

“Ini adalah festival paling gila dan paling unik di dunia. Kalau festival digelar di sekitar pantai, saya kira cukup banyak kita jumpai di belahan dunia ini, tapi kalau itu digelar di tengah laut pada TIOF ini, saya kira ini yang pertama kalinya,” ungkap Frangky.

Frangky berharap TIOF ini tidak sekadar membuat kegiatan ramai-ramai lalu dihadiri banyak orang. Lebih penting menurutnya adalah dampak yang ditimbulkan, yakni terberdayakannya warga sekitar, kemajuan sektor pariwisata, lebih-lebih pada ekonomi warga setempat.

“Kita dikenal sebagai negara maritim dengan banyak pulau-pulau, tapi kita tidak memiliki agenda yang khas tentang kemaritiman itu. Ini adalah momentumnya, Kepulauan Togean akan menjadi ikon festival maritime,” lanjutnya.

Sementara itu, Wabup Tojo Unauna Admin Lasimpara mendukung penuh event bertaraf internasional tersebut. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan alokasi anggaran dari APBD.

“Kenapa ini kita (Pemkab) support, karena kita meyakini event ini akan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisata ke Tojo Unauna,” ujar Admin.

Ia mengatakan, sebelumnya telah beberapa kali dilakukan festival di Kepulauan Togean, namun karena konsepnya yang kurang pas membuat sejumlah target yang ditetapkan tidak terpenuhi secara siginifikan.

“Kita berharap, event yang  digarap pak Frangky Raden ini dapat benar-benar mendongkrak kunjungan wisata itu, dan karena itu saya meminta partisipasi semua pihak agar ikutmenyukseskan kegiatan ini.” Harapnya lagi.

Admin menyatakan rasa syukurnya, karena dari sejumlah event wisata yang  telah diagendakan secara nasional di 2018, Sulawesi Tengah masuk di dalamnya  dengan tiga item kegiatan, yakni Tour de Cenrtral Sualwesi, Palu Nomoni dan Togean International Oceanic Festival.

“Ini tentu luar biasa, karena barusaja dicetuskan tapi sudah bisa masuk dalam kalender event nasional kita,” sebutnya lagi. (afd)

beritapalu.com | Portal berita online, mengabarkan Palu - Sulawesi Tengah dan sekitarnya...