Mutiara Sis Aljufrie Harus Jadi Bandara Internasional Untuk Gaet Kunjungan Wisman

0
94

JAKARTA, beritapalu | Untuk mewujudkan wilayah Sulteng sebagai tujuan kelas dunia bagi wistawan mancanegara (Wisman), maka menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, faktor penentu utamanya adalah aksesibilitas.

Aparat Brimobda Sulteng berjaga di Bandara Mutiara Sisi Aljufri Palu, Sabtu (9/7/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Maruzki/16)

Ia mengatakan Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu harus berfungsi sebagai bandara internasional dengan penerbangan langsung dari negara-negara asal turis asing.

“Wisatawan asing yang datang ke tujuan wisata, 75 persen dari mereka menginginkan penerbangan langsung, sehingga keberadaan bandara internasional menjadi suatu keharusan dan ini harus diperjuangkan oleh para pemimpin Sulawesi Tengah untuk mewujudkannya,” kata Menpar Arief Yahya, Rabu (18/7/2018).

Daya tarik utama di Sulteng adalah wisata bahari, dengan ikon Taman Nasional Togean yang oleh Menteri Arief dianggap sebagai salah satu tujuan bawah laut terbaik di Indonesia. Daya tarik itu harus dipromosikan dengan unsur pariwisata 3A yakni, Atraksi, Kemudahan, dan Aksesibilitas.

“Pulau Togean adalah pulau terbaik di Indonesia untuk atraksi bawah lautnya. Sayangnya, untuk sampai ke sana dibutuhkan sekitar delapan jam, meskipun idealnya 2-3 jam. Untuk ini, harus ada penerbangan dari Palu ke Ampena,” kata Arief Yahya.

Menpar Arief menilai, Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri Palu layak menjadi bandara internasional karena memiliki landasan sepanjang 2.500 meter dan lebar 45 meter dengan kapasitas membawa beban dapat ditingkatkan menjadi 56 klasifikasi perkerasan number (Pavement Classification Number atau PCN) untuk mengakomodasi pesawat jenis Boeing 737-800.

“Sulawesi Tengah dapat mengikuti contoh Kabupaten Banyuwangi yang setelah memiliki bandara internasional sektor pariwisatanya tumbuh 300 persen, serta Kabupaten Tapanuli Utara setelah Bandara Internasional Silangit pariwisata di tujuan Danau Toba hingga tiga kali,” katanya.

Kementerian Pasriwisata kata Arief Yahya mendorong hal ini segera diwujudkan di Sulteng yang bisa dimulai dengan penerbangan charter dan pihaknya siap mensubsidinya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here