Banjir di Bahodopi, Jatam Tunjuk PT BDM Harus Tanggung Jawab

0
267

MOROWALI, beritapalu | Jaringan Aadvokasi Tambang (Jatam) Sulteng menunjuk PT. Bintang Delapan Mineral (BDM) harus bertanggung jawab terjadinya banjir di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Dalam rilisnya, Koordinator Pelaksana Jatam Sulteng Moh. Taufik menyebutkan, banjir tersebut telah menyeret enam rumah warga dan puluhan lainnya terendam. Areal kebun warga juga rusak parah dan sejumlah kendaraan roda 2 dan roda 4 yang juga ikut terendam. Warga setempat yang terkena banjir mengungsi ke bukit-bukit dan tempat yang lebih tinggi.

“Bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Bahodopi, Kabupten Morowali, tidak bisa kita lepaskan dengan aktivitas pertambangan bijih nikel yang sudah merusak kawasan  hutan sebagai daerah peyangga  untuk kegiatan pertambangan  di Kecamatan Bahodopi,” kata Taufik.

Ia mengungkap, hasil temuan Jatam Sulteng di 2017,  sedikitnya 4 Izin Pinjam Pakai Kawasan hutan (IPPKH) yang diterbitkan oleh Pemerintah Pusat lewat Kementerian Lingkungan dan Kehutanan di Kecamatan Bahodopi dan keempatnya merupakan grup dari PT BDM.

“Temuan ini sejalan dengan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, pada tanggal 26 Mei 2017 dengan Nomor Surat: 522/17.36/Bid. P2H, setelah Jatam Sulteng meminta Dokumen IPPKH yang aktif  untuk Kegiatan Pertambangan Tahap Eksploitasi di Provinsi Sulawesi Tengah,” bebernya.

Ia meminta PT BDM bertanggung Jawap atas bencana banjir yang terjadi karena berkaitan erat dengan aktivitas grup perusahaan tambang  PT BDM yang ada di hulu di kecamatan Bahodopi. (wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here