Studi Banding ke Blora Untuk Kembangkan Tanaman Kelor

0
256

PALU, beritapalu | Dalam rangka pengembangan tanaman Kelor di Provinsi Sulawesi Tengah, sejumlah petani akan melakukan studi banding di kampung Konservasi Kelor Moringa Organik Indonesia di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, 23 – 27 April 2018.

Tim Studi Banding Petani NasDem Sulteng saat tiba di Bandara Juanda Surabaya, Minggu (22/4/2018). (Foto: Istimewa)

Studi banding itu difasilitasi oleh Partai Nasdem Sulawesi Tengah.

Ketua Tim Studi Banding yang juga Ketua Petani NasDem Sulteng, Mansur M Yahya menyertakan tiga orang yang mewakili Kelompok Tani, seorang Pengrajin Teh Kelor, akademisi Universitas Tadulako serta Almaun Larengi, Kepala Desa Mpanau yang juga Ketua Petani NasDem Kabupaten Sigi.

Ide pengembangan tanaman kelor ini di gagas oleh Ahmad M Ali, Bendahara Umum DPP Partai NasDem, karena melihat potensi tanaman kelor Sulawesi Tengah yang telah dikenal sebagai tanaman ciri khas tanah Kaili. Potensi pasar serbuk atau tepung daun kelor dan minyak buah kelor juga menjanjikan.

Permintaan ekspor ke Korea, Serbuk kualitas 500 mesih laku Rp 2 juta per kilogram. Sedangkan minyak kelor per liter laku hingga Rp 2,5 juta.

“Kebutuhan serbuk daun kelor untuk pakan ternak di timur tengah saja itu sekitar 100 ribu ton perbulan” ujar Ahmad M Ali.

Sementara itu, Mansur M Yahya menjelaskan bahwa Moringa Organik Indonesia di Kabupaten Blora milik Ai Dudi Krisnadi menjadi pilihan tujuan study Banding telah berhasil mencuri perhatian dunia, karena memiliki Kampung Konservasi Kelor bernutrisi tinggi yang ada di Desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran. Kampung ini sering didatangi pengusaha dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Myanmar, Korea, negara-negara Afrika, Eropa hingga Amerika untuk belajar kelor dan pengolahannya.

“Selama 5 hari, kami akan belajar tentang pengolahan tanah, pembibitan, perawatan, pemanenan hingga pengolahannya hasilnya sehingga nutrisi kelor yang terkandung di dalam daunnya tetap terjaga dengan baik. Bahkan cara memasak kelor untuk sayuran, obat kesehatan, hingga aneka jajanan bergizi tinggi. Jelas Anchu, sapaan akrab Mansur M Yahya.

Ketiga Petani Sigi, Nirmala yang mewakili pengrajin kelor sangat berterima kasih kepada Petani NasDem khususnya kepada Komandan Pemenangan Partai NasDem Sulawesi Tengah bapak Ahmad M Ali yg telah memberi kesempatan mengikuti study Banding sekaligus memfasilitasi segala kebutuhan study.

“Mudah-mudahan ini dapat menjadi pemicu berkembangnya tanaman kelor di Sulawesi Tengah sehingga menjadi ikon perekonomian,” harap Nirmala.

Agar perencanaan pengembangannya memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, maka Petani NasDem juga mengajak kerja sama peneliti  Universitas Tadulako, Dr. Bau Toknok, SP. MP,  Dr. Ir. Abd. Hadid, MSc, dan Dr. Ir. Minarny Gobel, MSc.

“Mereka akan melakukan penelitian dalam rangka pengembangan tanaman kelor serta olahannya sekaligus melakukan pendampingan kepada Petani NasDem SulTeng” pungkas Mansur M Yahya. (ala/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here