Jalan Lingkar Sibowi di Sigi Butuh Perhatian

0
129

SIGI, beritapalu | Warga Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi mendesak pemerintah daerah agar segera merealisasikan  peningkatan Jalan Lingkar di desa mereka. Pasalnya hingga kini permintaan warga tak kunjung direspon.

Suasana pertemuan reses anggota DPRD Sulteng Muh Masykur dengan warga Desa Sibowi, Tanambulava, Sigi, Minggu (18/3/2018). (Foto: Istimewa)

Desakan warga Desa Sibowi ini disuarakan dalam pertemuan Reses Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Tengah, Muh. Masykur M  di Gedung Pertemuan Kantor Desa Sibowi, Minggu (18/3/2018).

Salah soerang warga, Samsu mengaku, permintaan itu sudah lama disampaikan, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa dan kecamatan maupun lewat reses yang diikuti di Tanambulava.

Samsu mengaku, sudah lebih dari 10 tahun permintaan  peningkatan Jalan Lingkar itu disuarakan.

“Kalau merujuk ke hasil Musrenbang Desa kami sudah tidak tau mau jelaskan apa lagi. Dari tahun ke tahun pelaksanaan Musrenbang usulan ini terus dimunculkan tapi tetap saja belum ada hasil. Kami tidak yakin kalau apa yang hasilkan dalam pelaksanaan Musrenbang itu sama sekali belum diketahui Pemda,” ujarnya.

Desakan Samsu terkait Jalan Lingkar juga ditegaskan oleh Ketua BPD Desa Sibowi, Moh. Zen. Ia menyatakan keheranannya karena sepertinya desanya seperti tidak mendapat perhatian. Padahal katanya, kalau dilihat dari sisi jumlah penduduk, warga desa Sibowi jumlah penduduknya terbesar di Tanambulava, uakni lebih dari 4.000 jiwa.

“Tetapi kalau dibandingkan dengan program pembangunan yang masuk, terutama perbaikan jalan sangat timpang sekali. Desa lain hampir semua jalannya mulus tapi di Desa Sibowi jalannya masih berlubang. Kami berharap melalui kesempatan Ini, Bapak Muh. Masykur dapat meneruskan apa yang menjadi aspirasi kami warga Desa Sibowi” ujar, Zen.

Terkait aspirasi yang disampaikan warga, Masykur menyampaikan bahwa  apa yang saat ini di desakkan oleh warga khususnya Jalan Lingkar Desa Sibowi memang sudah sepatutnya untuk terus menerus disuarakan. Sedangkan disuarakan saja belum dapat direalisasikan apalagi kalau sama sekali warga berdiam diri.

Jika merujuk dari sisi geografi dan demografi Desa Sibowi sudah semestinya permasalahan mendasar seperti infrastruktur jalan ini bisa direspon oleh Pemda. Sebab tidak bisa dipungkiri sumbangsih warga desa atas sumber pemasukan negara melalui pajak misalnya juga signifikan. Dan sudah pasti warga menjadi wajib pajak yang baik, jelas Masykur.

Masykur meyakini Pemda telah membuat pencanangan program untuk Desa Sibowi. Tetapi memang jika melihat luas wilayah dan persoalan infrastruktur jalan di Sigi masih menjadi pekerjaan rumah yang cukup besar dari negara untuk segera dituntaskan agar akses antar wilayah terbuka.

Misalnya di wilayah pinggiran seperti di Kec. Pipikoro, Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu dan Marawola Barat. Akses jalan di wilayah tersebut masih cukup memprihatinkan.  Karena saking sulitnya akses jalan dan medan yang di alami oleh saudara kita di sana, sehingga untuk membawa warga yang hendak melahirkan atau sakit mesti melalui perjuangan berat.  Termasuk yang ramai belakangan Ini, warga yang meninggal terpaksa harus diangkut pakai motor karena terkendala dengan akses jalan, urai Ketua Fraksi Partai Nasdem.

Oleh karena Masykur berharap pekerjaan  rumah yang masih bertumpuk ini hendaknya lebih memacu Pemda, terutama provinsi untuk memaksimalkan peningkatan  sumber-sumber pendapatan daerah dan peningkatan  Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Sembari melakukan efisiensi dan efektifitas memanfaatan anggaran dengan pendekatan skala prioritas demi dan untuk menjawab ketertinggalan akses di wilayah pinggiran. Termasuk respon atas kebutuhan mendesak warga berdasarkan usulan dan masukan hasil Musrenbang Desa dan kecamatan”, tutup Masykur. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here