FARP Kukuh Pertahankan Jembatan Tua Pamona di Tentena

0
213
Spanduk tandatangan dukungan DPRD Poso terhadap Front Aksi untuk Rano Poso di Poso, Kamis (8/3/2018). (Foto: Istimewa)

POSO, beritapalu | Front Aksi untuk Rano Poso (FARP) kukuh untuk mempertahankan jembatan tua Pamona atau Yondompamona di Tentena, Poso dari rencana pembongkaran dalam rangka proyek Poso River Improvement. Sikap tegas FARP itu dinyatakan ketika dilaksanakan dengan pendapat di Gedung DPRD Poso, Kamis (8/3/2018).

Dengar pendapat itu adalah permintaan FARP Tentena pasca aksi menggalang dukungan dalam rangka upaya pelestarian Yondompamona sebagai warisan cagar budaya dan Danau Poso sebagai kawasan wilayah kelola rakyat Rano Poso. Sedikitnya 35 orang perwakilan FARP hadir pada hearing tersebut

Koordinator FARP Jan Richard Tandawuya mengatakan, FARP gelisah dengan rencana proyek renovasi Yondompamona  dan pembangunan Taman Air Dongi, karena berpotensi mengancam keberadaan asset budaya dan sejarah Tana Poso dan wilayah kelola rakyat sekitar kawasan Danau Poso dan Sungai Poso.

Suasana hearing DPRD Poso dengan Front Aksi untuk Rano Poso di Poso, Kamis (8/3/2018). (Foto: Istimewa)

Jimmy Methusalla dan Willianita Selviana, aktivis FARP bahkan menuding ada agenda terselubung dari proyek Poso River Improvement  yang disederhanakan menjadi normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Poso. Proyek itu akan mengeruk dengan kedalaman 4 meter, lebar 40 meter dan panjang 12.8km yang pasti akan meminggirkan, bahkan menghilangkan kearifan lokal masyarakat sekitar kawasan seperti waya masapi (Pagar Sogili), karamba, mosango, mobubu dan monyilo.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Poso Iskandar Lamuka menyatakan, rencana proyek renovasi Yondompamona dan pembangunan Taman Air Dongi sejak awal tidak disosialisasikan dengan baik ke DPRD dan baru mengetahui setelah ada permintaan hearing dari FARP. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Banleg Fredrik Torunde.

Beberapa anggota DPRD lainnya seperti  Syarifuddin Odjobolo, Yohanis Bando, dan wakil ketua DPRD Suharto Kandar memyampaikan agar jangan gegabah dulu melakukan penolakan terhadap rencana pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemda. Ia menyarankan agar ada baiknya dimintakan lebih dahulu penjelasan dari Pemda karena pembangunan yang dilakukan ataupun direncanakan semata-mata untuk kebaikan masyarakat di daerah ini.

Sementara itu anggota DRPD Poso lainnya dr. Syamsu  Alam menyatakan, sebaiknya dilakukan moratorium aktivitas terhadap rencana proyek yang dimaksud termasuk sosialisasi di lapangan yang sedang berlangsung saat ini dan meminta segera melakukan audit lingkungan terhadap PT. Poso Energy.

Pada kesempatan itu, Wilianita Selviana membacakan pernyataan sikap dari FARP yang antara lain berisi ketegasan perlunya moratorium terhadap segala aktivitas rencana proyek Poso River Improvement di Danau dan Sungai Poso yang terkait dengan rencana renovasi Yondompamona dan pembangunan Taman Air Dongi

Ia juga meminta dilakukannya udit lingkungan terhadap PT. Poso Energy dan meminta agar Pemda Poso transparans atas MOU dengan perusahaan tersebut terutama besaran CSR dan lain-lainnya yang digelontorkan ke kas daerah.

Ditegaskannya, pelestarian Yondompamona sebagai warisan cagar budaya dan Danau Poso sebagai kawasan Wilayah Kelola Rakyat Rano Poso adalah sebuah keharusan yang harus dipertahankan.

Usai hearing, sejumlaha anggota DPRD Poso menandatangani kain spanduk sebagai bentuk dukungan  terhadap pernyataan sikap FARP. (wan/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here