Tahun Ini Tidak Ada Napi di Sulteng yang Dapat Remisi Imlek

0
239

PALU, beritapalu | Tidak seperti pada perayaan lebaran Idul Fitri atau Natal, tahun ini tak satu pun nara pidana (Napi) yang mendapatkan remisi atau pengurangan hukuman terkait perayaan hari Imlek.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Abdul Hany. (Foto: ist)

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Abdul Hany mengatakan, terdapat 2.960 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (Warbinpas) di wilayah Sulawesi Tengah dan tak satu pun diantaranya  yang beragama Konghucu, sehingga tidak ada yang diberikan remisi, baik Remisi Khusus Sebagian (RK I) maupun bebas (RK II).

“Remisi diberikan kepada narapidana yang sudah memiliki putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dan bukan kepada tahanan termasuk bukan kepada terpidana mati dan seumur hidup,” jelas Abdul Hany, Kamis (15/2/2018).

Berkekuatan hukum tetap bagi Narapidana berarti sudah memiliki kelengkapan dokumen berupa Putusan Pengadilan, Berita Acara Putusan Pengadilan, Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan dan Surat Penahanan dari penyidik.

Selain itu juga dengan memperhatikan kelakuan baik dari Narapidana selama menjalani masa pidana sampai batas waktu pengajuan remisi, jika tidak ada pelanggaran tata tertib (register F) maka Narapidana bersangkutan akan diajukan usulan remisi yang merupakan hak Narapidana tersebut.

Remisi adalah pengurangan masa hukuman yang didasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Menurut Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 174 Tahun 1999, Remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana terkecuali yang dipidana mati atau seumur hidup.

Menurut Pasal 1 Ayat 6 Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999, remisi adalah pengurangan masa pidana yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana yang telah memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Remisi dapat dibagi dalam 3 bagian yaitu remisi umum, remisi khusus (hari raya besar Agama) dan Remisi Tambahan. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here