Lima Personel Polres Parigi Moutong Diperiksa

0
128
Wakapolda Sulteng Kombes Muhammad Aris Purnomo meninjau lokasi tempat jatuhnya tersangka Jufri di jembatan Parigi Moutong. (Foto: Ist)

PALU, beritapalu.NET | Lima personel Polres Parigi Moutong telah diperiksa terkait tewasnya tersangka curnamor bernama Jufri alias Jhon alias Daeng beberapa jam setelah ditangkap, Selasa (10/7/2017) lalu.

Pemeriksaan itu dinyatakan oleh Wakapolda Sulawesi Tengah Kombes Muhammad Aris Purnomo Kamis (13/10/2017).

“Hingga kini sudah ada lima anggota yang saat itu melakukan penangkapan diperiksa,” kata Aris, usai melihat proses autopsi jenazah di RS Bhayangkara Palu.

Wakalpolda menjelaskan, Jufri, warga Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong dinyatakan tewas, beberapa jam usai ditangkap saat dibawa pihak kepolisian untuk menunjukkan barang bukti hasil curiannya.

Aris menyatakan saat ini Polda Sulteng telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum polisi dalam proses penangkapan tersebut.

Aris juga menegaskan jika terbukti bersalah dalam proses penangkapan yang mengakibatkan kematian, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan hukuman berat kepada anggotanya.

Disebutkan, Jufri adalah salah seorang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Parigi Moutong dan Kota Palu.

Penangkapan Jufri merupakan pengembangan kasus yang dilakukan pihak Kepolisian Sektor Palu Barat, dengan tersangka Aco. Menurut keterangan Jufri, polisi berhasil mengungkap lima kasus pencurian sepeda motor dan dua kasus penjambretan, dengan lima unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Kematian Jufri berdasarkan keterangan polisi, diketahui akibat berupaya melarikan diri, saat tengah menunjukkan tempat kejadian perkara. Jufri berupaya melompat dan jatuh ke dasar jembatan dengan ketinggian sekitar 4,6 meter.

Pada saat jatuh, tubuh korban terhempas di bambu saluran air, batu dan dasar fondasi. Namun kondisinya pada saat itu hanya mengeluhkan rasa sakit, serta masih dapat menunjukkan lokasi kejadian.

Berdasar keterangan Jufri, kepolisian berhasil menangkap seorang penadah atas nama Papa Dandi, dengan dua unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Setelah itu, Jufri bersama pihak kepolisian mengantar barang bukti ke Polsek Parigi Moutong, namun di perjalanan dia mengeluh sakit, hingga akhirnya diantarkan ke RSUD Anuntaloko.

Namun beberapa saat kemudian, tim medis rumah sakit menyatakan bahwa Jufri telah meninggal dunia.

Pernyataan itu dikuatkan oleh Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulteng AKBP Is Sarifin.

Dia menyatakan kematian Jufri disebabkan adanya pendarahan di bagian jaringan paru-paru dan selaput otak, akibat benturan keras di punggung dan kepala. “Ini kesimpulan yang sudah final,” kata Is Sarifin. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here