Listrik Terangi Riopakava, Warga Bersuka Cita

0
121
Suasana peresmian masuknya jaringanlistrik diKecamatan Riopakava Kabupaten Donggaa, Senin (2/10/2017).(Foto:Ist)

DONGGALA, beritapalu.NET | Ribuan warga Kecamatan Riopakava Kabupaten Dongggala bersuka cita menyusul masuknya jaringan listrik di wilayahnya. Rasa suka cita itu beralasan karena selama puluhan tahun baru kali ini bisa merasakan listrik.

Masuknya jaringan listrik ini ditandai dengan seremoni peresmian oleh Bupati Donggala Kasman Lassa dan dihadiri pula GeneralManager PT PLN Wilayah Suluttenggo Edison Sipahutar, anggota DPRD Suteng Muh Masykur di lapangan Kento, Desa Lalundu, Kecamatan Riopakava, Senin (2/10/2017).

Dalam sambutannya, Bupati Donggala  Kasman Lassa mengatakan masuknya jaringan listrik di Riopakava merupakan wujud kesungguhan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan mendasar  warganya.

“Penantian panjang ini harus kita syukuri bersama, bahwa ini detik-detik. Riopakava akan mulai terang,” sebutKasman.

General Manager PLN Wilayah Suluttenggo, Edison Sipahutar menyampaikan, jaringan listrik di Riopakava merupakan komitmen PLN sebagai perusahan milik negara untuk melistriki semua desa. Sebagai tahap awal, sebanyak tujuh desa yang akan menikmati penerangan, antara lain Desa Rio Mukti, Lalundu, Pantalobete, Polando, Minti Makmur, Polanto Jaya dan Bukit Indah.

“Di tahun 2017 ini kami juga akan memasang jaringan listrik di Desa Bonemarawa, Mbulava, Ngovi Pakava dan Panca Mukti. Dan pada tahun 2018, progam kami melistriki Desa Pakava, Taviora dan Tinauka. Sehingga sampai tahun depan PLN sudah melistriki semua desa di Riopakava,” jelas Edison.

Anggota DPRD Sulteng Muh. Masykur menyampaikan apresiasinya kepada jajaran PLN Cabang Palu yang sudah merealisasikan penantian panjang warga di Riopakava.

“Ini kado istimewa di HUT RI ke 72 Tahun Kemerdekaan bagi warga masyarakat khususnya di Riopakava. Sebab, selama puluhan tahun warga yang berdomisili di wilayah ini hidup dalam kondisi gelap gulita, tanpa dukungan penerangan yang memadai. Jikalaupun ada, itupun hanya pada rumah-rumah tertentu dengan menggunakan sarana penerangan genset. Yang tentunya sudah pasti tidak bagi warga yang secara ekonomi terbatas”, uajr Masykur.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng ini menyatakan miris karena siapapun yang pernah masuk di wilayah Riopakava pasti berucap seperti itu. Pasalnya, wilayah ini memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tanahnya yang subur dan menjadi surga bagi para investor yang menanamkan modal di sana.

“Kini, kondisi paling mutakhir, PT. Astra Agro Lestari (AAL), salah satu raksasa perkebunan kelapa sawit yang paling menuai keuntungan investasi di wilayah Riopakava dan sekitarnya. Yang sempat beberapa waktu lalu ditengarai tidak begitu sudi melepaskan aset pohon kelapa sawit miliknya yang dianggap bisa membahayakan pemasangan jaringan listrik”, urai anggota DPRD dari Dapil Kabupaten Donggala-Sigi ini.

Lebih lanjut Masykur mengkritisi sudah seharusnya kekayaan alam yang merupakan  berkah dari Sang Pencipta kepada  semua warga. Namun dalam kenyataannya amat sering tidak berkorelasi langsung dengan pemenuhan hak-hak dasar warga. Antara lain seperti fasilitas penerangan listrik. Masalah mendasar inilah yang hari ini dijawab oleh pemerintah.

Kondisi ini bagi Masykur dijelaskan dalam sebuah metafora. “Ya, selama puluhan tahun masalah ini mengendap atau diendapkan. Saking mengendapnya, seperti menyatu dalam aliran pembuluh darah warga. Susana gelap seperti sahabat yang selalu mengakrabi suasana kebatinan alam Riopakava,” sebutnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here