12 Negara Siap Ikut Serta pada Tour de Central Celebes

0
132
Ilustrasi (@totalwomenscycling.com)

JAKARTA, beritapalu.NET | 12 negara menyatakan siap ikut serta pada kegiatan lomba sepeda wisata internasional bertajuk Toir de Central Celebes (TDCC) yang direncanakan berlangsung pada 6 – 8 November 2017 mendatang.

Ke-12 negara yang menyatakan kesediaanya hadir itu adalah Kanada, Singapura, Malaysia, Korea, Belanda, Kuwait, Sri Lanka, Vietnam, Filipina, Thailand, Brunei, Prancis. Selain peserta luar negeri itu, 5 tim pembalap nasional jugamenyatakan akan ikut ambil bagian.

Kepesertaan itu terungkap saat TDCC dilaunching di Balairung Soesilo Sudarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (25/7/2017) malam oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya 2017 Jakarta yang jugadihadiri Gubenur Sulteng Longki Djanggola, Kapodla Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufariadi dan sejumlah pejabat provinsi Sulteng lainnya.

Launching itu ditandai dengan menaiki sepeda balap oleh Menpar dan Gubernur Sulawesi Tengah didampingi para kepala daerah dari 4 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Sulawesi Tengah yang akan dilintasi TDCC yakni Kabupaten Tojo Unauna, Poso, Parigi Moutong, Sigi dan Kota Palu.

Pada TDCC yang start dariKabupaten Tojo Unauna itu akan menempuh jarak 491,4 kilometer yang dibagi dalam tiga etape. Pada etape pertama, para pembalap akan melintasi Kabupaten Tojo Unauna hingga Kabupaten Poso dengan jarak 192 kilometer. Pada etape kedua menempuh jarak 143,6 kilometer, melewati Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Moutong. Pada etape terakhir, para pembalap akan menempuh jarak 143,3 kilometer yang melintasi Kabupaten Parigi Moutong hingga Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Ide menggelar event TDCC yang pertama kali digelar ini bermula saat kunjungan Menpar ke Sulawesi Tengah menghadiri Festival Pesona Palu Nomoni pada 2016.

“Saat itu saya coba mengusulkan kepada pak menteri agar Sulawesi Tengah diberikan kesempatan untuk mempromosikan pariwisata di Sulteng melalui event balap sepeda. Alhamdulillah, gayung bersambut Pak Menteri menyetujui,” kata Longki dalam sambutannya.

Ia berharap event sport tourism itu selain meningkatkan prestasi atlet balap sepeda di Indonesia juga dapat memperkenalkan destinasi wisata di Sulawesi Tengah. Selain itu event itu akan menegaskan bahwa Sulawesi Tengah aman untuk dikunjungi.

“Selama ini seolah-olah Sulteng dianggap mencekam, tidak aman dan lain-lain. Tetapi melalui Tour de Central Celebes ini kami ingin menegaskan bahwa Sulteng itu aman dan tenteram serta nyaman untuk menjadi tempat wisata dan bekerja,” ujarnya.

Ia berharap, dengan TDCC itu akan meningkatkan angka kunjungan wisata di Sulteng. Selama 2016, kunjungan wisatawan di Sulteng mencapai 57.461 untuk wisataman mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 3.019.448.

Tahun ini diproyeksikan meningkat dengan target wisman 75.000 serta wisnus 3.757.841.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya menyambut positif Tour de Central Celebes 2017. Ia berharap event itu mampu berperan sebagai magnet dan pintu masuk wisatawan mancanegara ke Sulteng.

Ia berharap setiap etape yang dilalui para pembalap harus menjadi ‘tranding topic.’

“Dalam sport tourism itu, peran media nilainya sangat tinggi, lebih tinggi daripada dampak langsung sekitar 10 persen berbanding 90 persen untuk media value. Jadi kalau mau menjual acara ini, media valuenya harus sangat tinggi,” paparnya.

Menpar juga menginginkan setiap daerah yang dilalui TDCC dapat mempengaruhi orang untuk datang ke tempat itu.

Ia memberikan resep penganggaran kegiatan semacam ini harus 50 persen dihabiskan untuk free event, 30 persen untuk on-event dan 20 persen push event.

“Artinya anggaran promosi harus lebih banyak, jangan sampai sudah capek, tidak ada yang tahu kegiatan ini,” tandasnya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here