Hotel Hilton Makkah SUkses di Layanan Ramadan Perdananya

0
339
Hotel Hilton Makakh Convention. (Foto: PR Newswire)

MAKKAH, beritapalu.NET | Hotel pertama di Mekah yang menggabungkan fasilitas untuk tamu dan bisnis, Hotel Hilton Makkah Convention, telah berhasil menjadi tuan rumah pada Ramadan pertamanya sejak peluncuran di Kota Suci pada April 2017, dengan lebih dari 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia diharapkan mengunjungi Masjidil Haram tahun ini, dan jamaah Indonesia, Pakistan dan India sebagai pengunjung internasional terbesar.

Dengan pemandangan yang menakjubkan dari Masjidil Haram yang mengelilingi Ka’bah, properti ini memiliki pusat konvensi yang khusus dibangun untuk dapat menampung lebih dari 1.600 orang sekaligus, sesuatu yang unik di kawasan ini, menjadikannya tujuan utama bagi para tamu kota ini, berkat keunikan dan beragam fasilitas yang ditawarkan.

GM properti Hilton bintag lima, Mark Allaf, berbicara tentang tantangan yang dihadapi ketika mengoperasikan fasilitas yang unik di Kota suci itu, mencatat, “Ini benar-benar merupakan terobosan baru bagi Arab Saudi dan Timur Tengah pada umumnya.

“Ramadan dan Haji tahun ini, merupakan hal yang penting bagi kami, dan kami sangat menantikan tantangan yang akan datang pada bulan Haji. Setelah pembukaan April, Ramadan telah memberikan kami kesempatan penting untuk menggabungkan perjalanan religius dengan bisnis.”

“Semua pihak yang terlibat, termasuk Hilton dan pemerintah, telah berbagi tujuan bersama untuk membantu perspektif Mekah agar tidak hanya untuk ibadah namun juga untuk bisnis.”

Diperkirakan pada 2025 akan ada lebih dari 30 juta jamaah haji internasional mengunjungi Mekah selama Bulan Haji, meningkatkan permintaan untuk jasa outlet perhotelan seperti Hilton Makkah Convention Centre. Dengan 764 kamar dan suite, hotel itu juga menyediakan portofolio outlet F&B yang beragam untuk melayani permintaan dari tamu dan pengunjung Mekah lainnya, sambil tetap mempertahankan standar kelas satu.

Proses rekrutmen juga semakin intensif pada bulan ini, dengan tujuan mempekerjakan 40% staf nasional Arab Saudi. Mr Allaf juga mengungkapkan bahwa sekitar 25% dari tenaga kerja yang ada adalah perempuan.

Ia menambahkan, “Kesempatan positif untuk perempuan muda berbakat di Arab Saudi telah tiba dan kami menjadi bagian dari hal itu.

“Kami ingin mendorong individu-individu berbakat ini untuk menjadi pemimpin masa depan dan sejauh ini kami melihat reaksi yang brilian dari mereka dalam mensukseskan proyek terobosan baru ini.” (afd/PR Newswire)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here