Barok dan Askar Tewas dalam Kontak Senjata di Poso

0
360

Satu Prajurit TNI Satgas Tinombala Terluka

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi (kanan) bersama Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito menunjukkan foto dua anggota MIT yang tewas dalam kontak senjata dengan Satgas Tinombala di Mapolda Sulteng, Selasa(16/5/2017). (Foto: Antarasulteng.com/Fauzi)

PALU, beritapalu.NET | Dua anggota kelompok sipil bersenjata yang tewas dalamkontak senjata dengan pasukan Satgas Tinombala di daerah Simpang Angin wilayah Gunung Biru, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Senin (15/5) adalah Barok dan Askar.

Keduanya masuk dalam sembilan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang selama ini sedang diburu oleh SatgasTinombala.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi menyatakan dua terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan Satuan Tugas Tinombala di Poso diidentifikasi sementara bernama Barok dan Askar.

“Mereka adalah anggota dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT),” kata Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi bersama Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI GanipWarsito di Mapolda Sulteng, Selasa (16/5/2017).

Kapoldamerinci, Askar alias Jaid alias Pak Guru berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Barok alias Firdaus alias Daus alias Rangga juga berasal dari Bima NTB.

Kapolda menjelaskan kronologi terjadinya kontak senjata itu. Menurutnya, kejadianya pada Senin (15/5/2017) sekitar pukul 12.05 Wita.

Seperti rutin dilakukan, pasukan Satgas Tinombala melakukan patrol dan melihat empat orang berada di sebuah bivak dengan membawa senjata laras panjang.

Setelah meyakini bahwa orang-orang itu adalah bagian dari sembilan DPO tersebut, pasukan langsung berusaha melumpuhkannya  namun dibalas dengan tembakan pula.

“Dalam baku tembak, dua dari mereka tewas di tempat dan satu dari Satgas Tinombala terkena serpihan peluru, yakni Pratu Zulfikar,” ungkapnya.

Usai baku tembak, Satgas Tinombala mengamankan satu pucuk senjata api organik laras panjang SS-1 dan satu pucuk senjata api, serta beberapa buah bom lontong.

Operasi yang berhasil melumpuhkan anggota MIT menurutnya merupakan hasil kerja sama antara personel gabungan TNI dan Polri.

Hingga berita ini diturunkan, jenazah kedua DPO yang tewas itu sedang dalam evakuasi dari Poso ke RSU Bhayangkara Palu untuk identifikasi lebih dalam. Sedangkan anggota TNI Pratu Zulfikar yang terluka ditangani di rumah sakit Poso. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here