BEM Untad Tuntut UU Pendidikan Tinggi Dicabut

0
112
Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Tadulako (Untad) menggelar unjuk rasa memperingati Hari Pendidikan Nasional di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (2/5/2017). (Foto:bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

PALU, beritapalu.NET | Ratusan mahasiswa yang digalang Badan Eksekutif Mahasiswa(BEM) Universitas Tadulako (Untad) berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Jalan Dr Sam Ratulangi Palu, Selasa (2/5/2017).

Aksi yang dilakukan terkait dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei itu menyerukan pencabutan Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Mahasiswa menilai, UU tersebut secara substansial memberikan hak otonomkepada setiap perguruan tinggi untuk mengelola pendidikan tingginya secara mandiri.

“Justeru disitulah jurang kelam bagi banyak mahasiswa karena praktik-praktik kemoersialisasi pendidikan terjadi,” teriak salah seorang mahassiwa dari atas kendaraan yang mengangkut pengeras suara.

Menurutnya, bukan rahasia lagi jika perguruan tinggi menyasar para orang tua mahassiwa dengan membebani beragam pungutan atasnama biaya operasional pendidikan tinggi.

“Uang kuliah pelan tapi pasti terus naik,” teriaknya lagi.

Mereka menilai, situasi pendidikan saat ini sangat tidak baik dan meresehkan, terutama jika dikatikan dengan biaya pendidikan.

“Siapapun memang bisa mengenyam pendidikan, tapi persoalannya bukan disitu, melainkan pada siapa yang mampu membayar dan siapa yang tidak mampu membayar. Pendidikan sudah menjadi barang yang dikomersilkan,” sebutnya.

Mahasiswa berharap terjadi perubahan signifikan dalam sistem pendidikan nasional, yang tidak hanya mengakomodir kalangan mampu namun juga dapat dinikmati oleh seluruh warga secara merata.

Usai berunjukrasa yang dilengkapi dengan beragam spanduk dan pamphlet, mahasiswa yang dikawal aparat kepolisian itu kemudian membubarkan diri secara tertib. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here