BKIPM PALU Gagalkan Pengiriman Ikan Hiu di Pelabuhan Dede Toli-Toli

0
174
Tumpukan ikan hiu dalam kontainer yang berhasil digagalkan penyelundupannya oleh BKIPM Palu, Minggu (12/4/2017) lalu. (Foto:BKIPM Palu)

TOLITOLI, beritapalu.NET | Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) kembali menggagalkan pengiriman ikan bernilai ekonomis, yakni  ikan hiu  di pelabuhan Dede Tolitoli, Minggu (12/4/2017) lalu.

Informasi yangberhasil dirangkum, pemilik ikan hiu  tersebut berinisial NSR yang juga penanggung jawab dari salah satu Unit Pengolah Ikan (UPI) yang terdapat di kabupaten Tolitoli.

Kecurigaan petugas karantina bermula pada saat melakukan kunjungan ke tempat penampungan ikan (Cold Storage) seminggu sebelum kejadian dan ditemukan beberapa potongan ikan hiu. Namun berdasarkan pengakuan pemilik bahwa ikan hiu yang ditangkap bukan merupakan ikan hiu yang dilarang dan dilindungi tuturnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat empat kontainer ikan yang akan dikirim dengan daerah tujuan jakarta yang pada saat kejadian telah berada di atas alat angkut yakni Kapal Laut Meratus, dua kontainer berisikan Cakalang sebanyak 21.570 kg, dan satu kontainer berisikan Deho sebanyak 4.150 kg, Lajang 9.450 kg dan Bandeng 2.010 kg serta satu kontainer yang berisikan ikan hiu sebanyak 1 ton.

Tiga kontainer di antaranya telah dilaporkan dan dilakukan pemeriksaan kesehatan ikan sebagaimana prosedur yang ada serta telah dilakukan tindakan pembebasan dengan terbitnya sertifikat kesehatan ikan setelah dilakukan pengawasan pada saat proses stuffing yang menerangkan bahwa media pembawa tersebut memenuhi  syarat untuk dilalulintaskan.

Namun terhadap ikan hiu yang ditemukan tersebut, tidak dilaporkan dan tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan ikan dan surat keterangan rekomendasi dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) sebagaimana amanat permen KPNo 04 Tahun 2010 tentang perijinan Hiu dan Pari di Indonesia.

Dari pengakuan pemilik bahwa jenis ikan hiu yang akan dikirim merupakan jenis Hiu Cucut dengan kondisi telah dibekukan dan tanpa kepala. Modus operandi yang dilakukan oleh pelaku dengan melakukan pemuatan ikan pada saat petugas karantina telah selesai melakukan pengawasan stuffing  ikan yang dilaporkan sebelumnya.

Kepala Seksi Pengawasan Data dan Informasi, Irmawan Syafitrianto menjelaskan, untuk pengiriman ikan hiu dan penerbitan sertifikat kesehatan ikan, harus disertai dengan persyaratan tambahan berupa surat rekomendasi dari BPSPL, yang menerangkan bahwa ikan hiu yang dilalulintaskan bukan merupakan jenis yang dilarang atau dilindungi.

Pimpinan BKIPM Palu Khoirul Makmun,S.Pi,MM mengungkapkan, barang yang berhasil digagalkan tersebut saat ini berada dalam pengawasan petugas karantina untuk dilakukan tindakan yakni tindakan penahanan sambil menunggu tim Penyidik dan Penindakan Kasus dari  BKIPM di Jakarta.

Lalulintas ikan dan produk perikanan yang tidak dilaporkan kepada petugas karantina dan tidak dilengkapai dengan dokumen kesehatan ikan merupakan tindak pidana karantina ikan sebagaimana dijelaskan dalam pasal 6 UU N0 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan,Ikan dan tumbuhan jo Pasal 88, 90 UU No 31 Tahun 2004 sebagaimana telah di ubah dalam UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanandipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (sertus lima puluh juta rupiah).

Keberhasilan BKIPM Palu Wilayah Kerja Toli-toli dalam mengagalkan pengiriman ikan hiu tersebut tidak terlepas dari koordinasi, komunikasi dan kerjasama yang sudah terbangun dengan Dinas Perikanan setempat dan Petugas Kepolisian Pelabuhan toli-toli. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here