Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Rudy Sufahriady. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Polda Sulawesi Tengah akan menyelidiki penyebab kematian yang dialami perwira Brimob di Sekolah Polisi Negara (SPN) Panimba Sulteng.

Kapolda Sulteng Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sulteng, Rabu (4/4/2017) mengatakan, musibah yang dialami oleh personel BKO Brimob Operasi Tinombala tidak diketahui dengan pasti  karena tidak ada yang melihat secara langsung.

Ia hanya mengatakan, saat waktu shalat Ashar terdengar suara letusan dari arah kamar mandi mesjid SPN Panimba.

“Rekan rekan almarhum terkejut mendengar suara itu dan mendatangi arah suara letusan dan mendapatkan almarhum sudah tergeletak dengan luka di kepala kemudian rekan almarhum langsung membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun dalam perjalanan korban meninggal dunia,” sebut Kapolda.

Menurut Kapolda Rudy yang juga penanggung jawab keamanan dan Operasi Tinombala, dari informasi yang di peroleh, almarhum dikenal sebagai periang dan berprilaku dewasa. Selama menjalankan tugas, almarhum tidak pernah mengeluh dan tidak pernah melalaikan tugas.

“Tidak ada tanda tanda bahwa almarhum memiliki masalah yang serius,” sebutnya.

Jenazah almarhum IPDA Zasmi Diaz telah diberangkatkan ke kampung halamannya di daerah Arca Manik Bogor Jawa Barat dengan menggunakan peesawat komersil. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *