Banyak Hoax, Cision Soroti Krisis Kredibilitas Media

0
239
(Source: PR Newswire)

CHICAGO, beritapalu.NET |  Cision melansir 2017 State of the Media Report, berisi temuan dari survei 1.550 jurnalis, editor, influencers dan produser. Dengan maraknya informasi sesat dan “berita palsu” (fake news/hoax), muncul tren baru dalam laporan tahun ini: jurnalis sangat prihatin dengan persepsi publik terhadap industri media.

Para profesional humas memiliki peluang unik untuk membantu mengembalikan kepercayaan masyarakat dan kredibilitas media di mata publik seiring dengan kemunculan “berita palsu” dengan cara menyediakan konten yang relevan, tepercaya, dan akurat bagi jurnalis

Ada 91 persen jurnalis meyakini media jauh lebih tidak dipercaya dibandingkan tiga tahun lalu. Temuan ini selaras dengan 2017 Edelman Trust Barometer, yang menyatakan bahwa kepercayaan publik terhadap media turun menjadi 43 persen, nyaris sebanding dengan kepercayaan masyarakat terhadap pejabat pemerintah, yang mencetak skor kepercayaan paling rendah, yakni 41 persen.

Meski demikian, jurnalis semakin berkomitmen pada akurasi — 92 persen responden menyatakan bahwa  menjadi benar lebih penting daripada menjadi yang pertama, naik empat persen dibandingkan tahun 2016. Sebanyak 60 persen jurnalis menyatakan bahwa mereka meyakini masyarakat lebih menghargai fakta dibandingkan opini atau perasaan.

“Berbagai temuan ini menunjukkan adanya peluang bagi merek dan jurnalis untuk bekerja sama dalam menghasilkan kisah yang menggugah dan akurat, serta terhubung dengan masyarakat,” kata CEO Cision Kevin Akeroyd.

“Dengan berbagai kajian yang menunjukkan bahwa earned media dan executive brand voices lebih dipercaya publik dibandingkan paid media dan owned media, tim komunikasi wajib menggunakan data untuk memastikan mereka menyasar kelompok jurnalis yang tepat, memperoleh masukan untuk menciptakan konten yang lebih baik, serta menghadirkan informasi yang mendalam dan berasal dari berbagai sumber tepercaya.”

(Source: PR Newswire)

Responden dari kalangan jurnalis dalam riset Cision berpendapat bahwa riset yang kuat dan pemahaman mendalam tentang media berita dan cakupan topik amat penting bagi hubungan dan peliputan yang lebih baik.

Temuan penting lain dalam laporan termasuk:

Media digital dan media sosial adalah “media tradisional” yang baru. Jurnalis kini lebih mungkin menggunakan gambar, video, infografik dan user-generated multimedia daripada data assets. Ada 41 persen responden menggunakan Facebook Live, sementara 19 persen menggunakan Instagram dan 17 persen pernah menggunakan fitur livestream di Twitter.

Jurnalis juga memiliki tingkat kepercayaan yang rendah – terhadap media sosial. Meski makin sering menggunakan media sosial, hanya 44 persen jurnalis yang merasa bahwa media sosial merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan, turun 7 persen dibandingkan tahun 2016.

Reporter menginginkan usulan berita sesuai kebutuhan, dikirimkan melalui surel. Ada 92 persen jurnalis yang lebih memilih menerima usulan berita dari humas melalui surel, dan  mereka sangat merekomendasikan profesional humas untuk meneliti liputan terdahulu dan merancang usulan berita sesuai kebutuhan jurnalis.

Responden dari kalangan jurnalis dalam riset Cision berpendapat bahwa riset yang kuat dan pemahaman mendalam tentang media berita dan cakupan topik amat penting bagi hubungan dan peliputan yang lebih baik.

Temuan penting lain dalam laporan termasuk:

Media digital dan media sosial adalah “media tradisional” yang baru. Jurnalis kini lebih mungkin menggunakan gambar, video, infografik dan user-generated multimedia daripada data assets. Ada 41 persen responden menggunakan Facebook Live, sementara 19 persen menggunakan Instagram dan 17 persen pernah menggunakan fitur livestream di Twitter.

Jurnalis juga memiliki tingkat kepercayaan yang rendah – terhadap media sosial. Meski makin sering menggunakan media sosial, hanya 44 persen jurnalis yang merasa bahwa media sosial merupakan sumber informasi yang dapat diandalkan, turun 7 persen dibandingkan tahun 2016.

Reporter menginginkan usulan berita sesuai kebutuhan, dikirimkan melalui surel. Ada 92 persen jurnalis yang lebih memilih menerima usulan berita dari humas melalui surel, dan  mereka sangat merekomendasikan profesional humas untuk meneliti liputan terdahulu dan merancang usulan berita sesuai kebutuhan jurnalis.  (PR Newswire)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here