Ketua DPRD dan Wawali Palu Mainkan “Drama” Sewot-sewotan

Wawali Palu Sigit Purnomo Said dan Ketua DPRD Palu Moh Iqbal Andi Magga.(Foto: istimewa)

PALU, beritapalu.NET | “Drama” politik sewot-sewotan dimainkan dua pelakon daerah Kota Palu, yakni Ketua DPRD Kota Palu Moh Iqbal Andi Magga dan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said.

Iqbal sewot karena Wawali Palu kembali “ngeband” bersama Ungu hingga ke luar negeri dan sementara itu, Wawali Palu juga sewot karena Ketua DPRD Palu menudingnya tidak profesional di jabatan sebagai wakil walikota Palu.

“Ini harus kita periksa karena pejabat atau kepala daerah dalam Undang-Undang 23 tentang Pemerintah Daerah itu dilarang untuk merangkap dalam perusahaan negara maupun perusahaan swasta,” kata Iqbal seperti dilansir di radarsultengonline.com.

Menurut Iqbal Wali Kota telah mendelegasikan kewenangan kepada Wawali dalam sebuah keputusan tertulis, untuk melaksanakan tugas yang menjadi kewenangan Wali Kota, antara lain itu advokasi dan investigasi.

Ketika tugas utamanya belum tuntas dan kemudian Wawali melakukan tugas lain di luar tugas  utama dan itu kemudian bertentangan dengan Undang-Undang 23. Tentunya ini akan menjadi satu bom waktu bagi Pemerintah Kota Palu, sebut Iqbal.

Kata Iqbal, ini harus disikapi karena hal ini bukan soal keberatan atau tidak keberatannya masyarakat  tapi ini adalah soal penegakan aturan.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh akun@MOTION975FM, dengan judul video UNGU – SETENGAH GILA | LIVE AT HARI MUSIK NASIONAL 2017, Pasha terlihat bernyanyi bersama personel Band Ungu dengan membawakan lagu baru berjudul “Setengah Gila”.

Apa reaksi Wawali Palu dituding seperti itu? Dalam laman metrosulawesi.com, Pasha membela diri.

“Soal keraguan Ketua DPRD Iqbal Andi Magga kepada saya sebagai Wakil Wali Kota Palu yang mana  sehingga saya disebut tidak profesional. Apakah karena saya baru saja merilis single terbaru Setengah Gila itu kemudian dikatakannya saya tidak profesional. Apa definisi profesional yang dia maksudkan. Kalau memang saya menyalahi aturan, sebutkan yang mana aturan yang saya langgar.  Apakah kerja kerja saya sebagai wakil walikota terabaikan, atau mungkin ada kebijakan yang tidak kami jaga,” tegas Wawali di metrosulawesi.com.

“Menurut saya, jika berbicara profesionalisme, berarti berbicara soal komitmen. Lantas, Iqbal seharusnya memberitahu saya, komitmen mana yang saya langgar selaku kepala daerah,” kata Sigit lagi.

Sigit mengatakan jika Ketua DPRD Palu memiliki permasalahan pribadi, jangan disangkutpautkan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, apalagi persoalan yang mengambang, tidak jelas.

“Ketua DPRD Iqbal Jangan sok tahu. Dengan posisinya selaku Ketua DPRD Palu seharusnya mengawal pemerintah,” kata Sigit.

“Pada intinya, ini kesekian kalinya kami beri pernyataan sebagai bentuk klarifikasi. Karena kami tidak ingin hal ini menjadi polemik ditengah masayarakat. Jangan sampai masyarakat menyangka bahwa Wakil Wali Kota Palu tidak kerja, hanya menyanyi saja,” tegasnya.

Sigit berharap hal ini tidak menjadi polemik ditengah masyarakat.

“Lantas komitmen saya selaku kepala daerah yang mana telah saya langgar. Sampai saat ini, apakah ada pengunduran diri saya sebagai Wakil Wali Kota Palu?  Atau ada kerja yang saya kesampingkan. Sebenarnya beliau faham tentang hal ini.  Yang saya khawatirkan hal ini akan menjadi buah bibir lagi di tengah masyarakat, seakan-akan walikota tidak bekerja sesuai dengan tugasnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Palu Iqbal Andi Magga tetap pada penilaiannya bahwa tindakan Sigit kembali bernyanyi di Ungu adalah tindakan yang melanggar etika sebagai pejabat publik.

“Kalau Wawali tidak paham soal profesinya sebagai wakil kepala daerah sebaiknya dia baca UU Pemda No. 23/2014 khususnya pasal 76 tentang larangan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Sangat jelas aturannya bahwa wakil kepala daerah tidak boleh terlibat dalam suatu usaha atau terlibat dalam badan usaha. Dan kegiatannya menyanyi di luar negeri, Malaysia dan Singapura itu dalam rangka usaha industri musik band UNGU,” kata Iqbal seperti dilansir kabarselebes.com, Jumat (24/3/2017).

Politis Partai Golkar ini mengkritik Pasha yang mengalihkan isu seakan pembuatan album dan konser bersama grup band Ungu itu seolah-olah hanya hobi.

“Jadi jangan dia mengalihkan isu seolah-olah itu hobi. Hobi itu kalau sudah berbau uang namanya industri,” lanjut Iqbal.

Apalagi kata Iqbal, Pasha sendiri sudah bersumpah di tengah masyarakat Palu dalam berbagai pertemuan tidak akan lagi menyanyi untuk fokus bangun kota Palu.

“Mana bukti sumpah itu?? Selama jadi wawali ini dia sudah menyanyi sebagai industriawan hiburan di dalam dan luar negeri. Gubernur mohon ambil sikap untuk menegur wawali berkaitan dengan fungsi gubernur sebagai pejabat dekonsentrasi yang membina wilayah,” tegas Iqbal.

Iqbal Andi Magga menyebut sanksi terberat terhadap Pasha adalah pemberhentian. Alasannya, Pasha sudah banyak melanggar aturan yang ditetapkan terhadapnya sebaga wakil walikota Palu. Salah satunya adalah saat Pasha keluar negeri untuk peluncuran album terbaru Ungu di Singapura dan Malaysia yang tanpa ijin.

“Sanksinya pemberhentian. Apalagi dia keluar negeri tanpa ijin,” lanjut Iqbal.

Saat ini kata Iqbal, DPRD Kota Palu tengah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan pemeriksaan terhadap kegiatannya. DPRD Kota Palu kata Iqbal, masih menyelesaikan pemeriksaan LPJ Walikota tahun anggaran 2016 dan rotasi AKD. “Setelah itu kita seriusi masalah ini. (source: radarsultengonline.com-metrosulawesi.com-kabarselebes.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here