MotoGP | Vinales Pun Dijagokan Pembalap Honda, Marquez

0
94
Maverick Vinales (@anangcozz.com)

AJANG kebut-kebutan MotoGP tinggal dua pekan lagi. Uji coba pramusim juga sudah kelar. Semua rider bersiap menghadapi seri pertama di Qatar 26 Maret.

Ada yang tersenyum dengan hasil uji coba pramusim, ada pula yang membawa pulang setumpuk PR untuk diselesaikan segera. Dua garasi Yamaha salah satunya. Performa Maverick Vinales dan Valentino Rossi seperti dua sisi mata uang.

Vinales seperti di atas angin dengan menyapu empat rangkaian uji coba sebagai pembalap tercepat. Di Valencia November lalu, kemudian Sepang, Malaysia, Phillip Island, Australia, dan terakhir di Losail, Qatar. Ini berarti, di atas kertas Vinales menjadi pembalap paling kuat di grid saat ini. Dia mampu tampil cepat di empat trek dengan karakter berbeda.

Di Qatar, rider 22 tahun itu tak hanya cepat dalam satu lap tapi juga mencengangkan dengan performa long run yang dibukukan pada Minggu malam (12/3) waktu setempat.

Catatan rata-rata waktu lapnya adalah 1 menit 55,701 detik. Di Qatar catatan waktu long run tersebut hanya dikalahkan rider Ducati Andra Dovizioso yang menorehkan 1 menit 55,666 detik. Dari 20 lap yang dilalui Vinales pada putaran ke-16 dia mencatatkan waktu terbaiknya 1 menit 54,330 detik.

”Kami melakukan pekerjaan yang hebat. Tidak pernah sempurna, karena kau selalu ingin lebih. Aku ingin tembus 1 menit 54 detik (rata-rata long run) karena tahun lalu Jorge (Lorenzo) bisa,” ucapnya dilansir Crash dan juga dimuat jpnn.com.

Setelah menjajal banyak setingan berbeda, khususnya untuk mendapatkan feeling yang pas pada roda depan Vinales mengakui timnya berhasil memperoleh kemajuan pesat.

Dari statitik tersebut rider 22 tahun tersebut bahkan menyatakan masih bisa lebih cepat beberapa sepersepuluh detik lagi. Namun menurutnya terlalu berisiko karena bisa berujung kecelakaan.

”Dari sisi kebugaran tubuh aku merasa sangat baik di atas motor,” tandasnya.

Performa Vinales di Qatar langsung menjadi kekhawatiran rider-rider yang digadang menjadi kampiun di Losail. Andrea Dovizioso (Ducati), juara bertahan Marc Marquez, dan Jorge Lorenzo tanpa ragu-ragu menyebut Vinales adalah satu-satunya rider yang layak dianggap sebagai kandidat juara.

”Hanya Vinales yang lebih cepat dari semua pembalap di grid,” kata Marquez.

Mengendarai motor yang sama, menjajal setingan yang juga tidak jauh berbeda, rekan satu tim Vinales, Valentino Rossi merasa hasil uji coba Qatar jauh hari harapan. Rossi sempat senang dengan catatan waktu yang didapat pada hari kedua.

Namun di hari terakhir, banyaknya pasir di permukaan trek membuatnya kesulitan mendapatkan cengkeraman ban. Alhasil, dia hanya finis di posisi 11 daftar pembalap tercepat di hari terakhir. Secara keseluruhan Rossi finis keenam 0,402 detik di belakang Vinales.

Tak pelak hasil uji coba tersebut membuat juara dunia kelas premium tujuh kali tersebut khawatir menghadapi seri pertama 26 Maret nanti.

”Sepertinya dengan motor (M1) ini kami memiliki potensi besar, karena Vinales sangat-sangat cepat. Tapi aku rasa dia dan timnya bisa memahami bagaimana memaksimalkan potensi itu lebih cepat, sementara kami sedikit terlambat,” keluhnya.

Wajar jika Rossi khawatir menghadapi balapan pertamanya. Tidak seperti Vinales, timnya tak memiliki data performa long run. Pada hari terakhir, masalah yang terjadi pada motor membuat Rossi membatalkan rencana melakukan simulasi balapan.

Meski demikian, Rossi tak merasa tertekan dengan performa rekan setimnya itu. Apalagi ”Pertama, ini bukan kesempatan terakhirku (bersaing merebut gelar juara dunia) karena setidaknya aku masih akan membalap dua tahun ke depan. Aku merasa ini seperti musim-musim sebelumnya, kami harus menunggu dan melihat apa yang akan terjadi,” katanya. (jpnn.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here