Pemuda Muhammadiyah Gelar Subuh Berjamaah di Nunu dan Magrib Berjamaah di Tondo

0
144
Suasana pengajian hari bermuhammadiyah petang ala Pemuda Muhammadiyah di Kelurahan Tondo, Ahad (12/3/2017). (Foto Humas PMST)

PALU, beritapalu.NET | Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah, menjadikan Ahad (12/3/2017) sebagai hari ber-Muhammadiyah dengan menggelar dua kegiatan di waktu pagi dan petang. Untuk pagi dimulakan dengan salat subuh berjamaah di Masjid Roisul Amin, Kelurahan Nunu.

Bertindak sebagai tuan rumah pimpinan Cabang Muhammadiyah Nunu. Dan pada petang harinya diakhiri dengan salat Magrib Berjamaah di Keluhaan Tondo. Bertindak sebagai tuan rumah, salah seorang Pamen Polda Sulteng, AKBP Sirajuddin Ramly.

Pada subuh harinya, usai salat subuh, digelar kegiatan pengajian Coffee Morning dan bertindak sebagai pemateri adalah Sekretaris PWM Sulteng, Muh Amin Parakkasi SAg MHI yang juga anggota Tanwir Muhammadiyah. Sementara pada pengajian petang, yang bertindak sebagai penceramah adalah Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud RI, DR H Nadjamuddin Ramly.

Dua kegiatan seharian yang digelar secara terpisah itu, dihadiri para pimpinan Muhammadiyah, mulai pimpinan wilayah, daerah, cabang, ranting, hingga pimpinan organisasi otonom seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiayatul Aisyiyah, IMM, IPM, Tapak Suci, dan Hisbul Wathan. Terlihat pula hadir, Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sulteng, Hartono pada kegiatan subuh berjamaah.

Pada kesempatan itu, masalah yang didiskusikan adalah masalah kebangsaan dan daerah, mulai dari resolusi kebangsaan hasil Tanwir Muhammadiyah di Ambon, masalah advokasi warga, hingga masalah pergerakan Muhammadiyah dalam melawan berbagai gerakan yang ingin merusak Islam. Bahkan ditekankan dalam dua pengajian pagi dan petang itu, perlunya menggairahkan Komando Kesiapsiagaan angkatan muda Muhammadiyah (KOKAM) Sulawesi Tengah  dibawah kendali Pemuda Muhammadiyah.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulteng, Fery eL Shirinja SSos MSi mengatakan, memang sudah menjadi agenda rutin dalam delapan tahun terakhir ini, Pemuda Muhammadiyah menjadikan satu hari setiap bulannya, sebagai harinya ber-Muhammadiyah, sehingga dari subuh berjamaah hingga Magrib Berjamaah, digelar pengajian yang membahas masalah-masalah kebangsaan.

“Kegiatan seperti ini, kita akan terus gairahkan, karena memang salah satu tugas Muhammadiyah itu, dimana Pemuda Muhammadiyah adalah bagian daripadanya, adalah wajib menjaga keutuhan bangsa ini,” tandasnya.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here