Komunitas Seni Lobo Pentaskan Badai  Sepanjang Malam

0
261
Adegan lakon “Badai Sepanjang Malam” yang dipentaskan oleh Komunitas Seni Lobo di Taman Budaya Sulawesi Tengah di Palu,Sabtu (11/3) malam. Drama karya Max Arifin dan disutradarai oleh Ipin Cevin itu berkisah tentang keteguhan seorang guru untuk tetap mengabdikan diri di sekolah terpencil. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/17)

PALU, beritapalu.NET | Selama sepekan mulai 5 Maret lalu hingga 11 Maret, Komunitas Seni Lobo mementaskan teater bertajuk Badai Sepanjang Malam di Gedung Pertunjukan Taman Budaya Sulawesi Tengah di Palu.

Drama karya Max Arifin dan disutradarai oleh Ipin Cevin itu bercerita tentang keteguhan seorang guru yang ditempatkan di daerah terpencil. Jamil, sang guru itu sudah mematrikan dalam dirinya, bukan publisitas dan bukan pula dalam rangka meraih guru teladan yang dikejarnya sehingga rela saja mengabdi di desa terpencil.

Setelah setahun mengabdi dengan fasilitas seadanya, sang guru mulai goyah karena merasa kesunyian yang amat sangat, jauh dari hiruk pikuk dan gemerlapnya perkotaaan. Hari berganti hari, kesepian terus menderanya.

Puncaknya ketika segenap kegundahannya disampaikan ke isteri tercintanya dan secara vulgar di depan istrinya dia menyatakan kebosanannya dan bermaksud meninggalkan kesunyian dan segala tetek bengek sepi  yang terus menderanya.

Prihatin tentu saja menggerayangi sang isteri dengan maksud sang suami tersebut. Ia terus mencoba mengingatkan suaminya untuk tetap teguh dengan semangat pengabdian itu. Ia mengingatkan pak Guru itu untuk kembali ke ingatan awalnya sebelum mendarmabaktikan diri sebagai  guru diwilayah terpencil.

Ia terus menyokong sang suami untuk terus menekuni kesungguhannya. Ia pun menyatakan sebagai isteri selalu siap dengan segala kondisi yang terjadi dalam pengabdian itu.

Sang guru pun terhenyak dengan ungkapan si isteri.Tak butuh waktu lama bagi guru  itu untuk kembali memperbaharui semangatnya agar tetapmengabdi di daerahterpencil.

Ipin Cevin atau Arifin Baderan yang juga direktur Komunitas Seni Lobo mengungkapkan, teater bertema pendidikan itu sengaja diangkat sebagai oto  kritik atas realitas pendidikan di tanah air, lebih khusus di wilayah Sulawesi Tengah.

“Meskipun tak satupun pejabat dari Dinas Pendidikan yang kami undang hadir selamam sepekan pementasan ini, namun itu tidak akan mengunrangi semangat kami untukterus berkarya. Semoga saja karya ini dapat mengetuk nurani kita dan memberi perhatian kepada situasi pendidikan kita,” ujar Ipin di akhir pementasan tersebut.

Selain Ipin sebagai sutradara, sejumlah nama juga terlibat dalam pentas seni yang konsistendilakukan komunitas seni tersebut seperti Putri Bur Nadia, Mohammad Ibrahim, Mulyadi Slamet, dan Andi Zulfiadi. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here