9 Terduga Teroris yang Ditangkap di Parigi dan Tolitoli adalah Kelompok Baru

0
133
Ilustrasi penangkapan terduga teroris.(Foto:dok/bmzIMAGES)

POSO, beritapalu.NET | Sembilan orang terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, di Kabupaten Tolitoli dan Parigi Moutong, Jumat (10/3/2017) lalu, dipastikan sebagai kelompok baru dan tidak terkait dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso.

“Iya, mereka bukan bagian dari MIT pimpinan Santoso alias Abu Wardah,” tegas Kapolda Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi kepada wartawan di Mapolres Poso, Minggu (12/3/2017) siang.

Menurut Kapolda, dalam pemeriksaan sementara di Mapolda Sulawesi Tengah, terungkap bahwa mereka ini terkait dengan jaringan ISIS yang dibaiat oleh Ustadz Basri di Makassar, Sulawesi Selatan.

Meski demikian, jelas Kapolda, pihaknya masih akan terus mendalami pemeriksaan para terduga teroris tersebut.

Sembilan orang yang ditangkap itu adalah Irh alias Aan, AJ alias Jufri alias Abay dan MD alias David. Ketiganya ditangkap di Parigi Moutong.

Sedangkan enam orang yang ditangkap di Tolitoli, masing-masing SMD alias Sam, Kf alias Kif, Syn, Dwn alias Ali, Irs alias Ican dan Jef.

Menurut Kapolda Rudy Sufahriadi, kelompok ini mengakui akan meledakan sejumlah obyek strategis di wilayah itu. Antara lain target mereka adalah meledakan markas kepolisian di Parigi Moutong, markas kepolisian dan TNI di Tolitoli, serta beberapa kantor bank setempat.

Kapolda mengatakan, dalam analisis kelompok itu, mereka tidak menjadikan Poso dan Palu sebagai target penyerangan, karena menganggap pengamanannya sangat ketat.

“Sedangkan Tolitoli dan Parigi Moutong, dianggap sangat longgar dan sepi,” ujarnya.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Helmi Rauf Kwarta menjelaskan, sembilan orang terduga teroris itu telah diamankan di tahanan Dirreskrimum Polda Sulawesi Tengah di Palu.

“Mereka sedang diperiksa oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Dirreskrim Polda Sulawesi Tengah,” katanya.

Helmi Rauf Kwarta tidak menjelaskan lebih detail soal hasil pemeriksaan sementara tersebut. Dia hanya mengatakan, menurut regulasinya, penahanan terhadap para terduga teroris adalah 7 x 24 jam.

“Jadi selama durasi waktu itu, mereka akan diperiksa secara intensif,” ujarnya.

Kapolres Poso, Ajun Komisaris Besar Polisi Bogiek Sugiyarto menjelaskan, penangkapan terhadap sembilan orang terduga teroris itu, tidak mempengaruhi situasi keamanan di Poso. Walau demikian, pengamanan di wilayah Poso terus diperketat, apalagi saat ini masih berlangsung Operasi Tinombala.

“Memang ada tiga orang dari sembilan terduga teroris itu adalah warga Poso, tapi mereka memilih ekspansi untuk melakukan teror di luar Poso,” kata Bogiek Sugiyarto.

Ketiga warga Poso yang dimaksud adalah SMD alias Sam, Kf alias Kif, Syn, Dwn alias Ali. Ketiganya adalah warga Poso Kota.(wan/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here