Published On: Thu, Feb 23rd, 2017

Polda Sulteng Temukan 21 Alat Berat di Tahura Poboya

Areal pertambangan emas ilegal di Poboya. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET |Polda Sulteng terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap aktivitas tambang emas ilegal di Poboya.  Bahkan akhir Januari lalu, tim yang dibentuk menemukan sedikitnya 21 alat berat di lokasi yang masuk kawasan Taman Hutan raya (Tahura) Poboya.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, pertambanagn emas ilegal di Poboya sudah ditutupsejak 2015 lalu. Namun akhir-akhir ini muncullagi aktivitas penambangan yang dilakukan oleh warga setempat.

Karena itu, selain menurunkan tim yang bertugas untuk melakukan pengawasan dan penindakan, tim tesebut juga melakukan sosialisasi.

“”Tim yang dibentuk itu sudah melakukan penertiban dan pengawalan untukkeluar dari lokasi tambang dan imbauan agar tidak lagi melakukan aktivitas apapun dan segera menurunkan alat berat serta mengehntikan seluruh aktivitas pertambangan di kawasan tahura Poboya,” sebut Hari.

Ia menegaskan, apabila masih ditemukan aktivitas penambangan secara ilegal di kawasan it,pihaknya akan melakukan tindakan tegas sesuaiaturan yang berlaku.

Kondisi terakhir katanya, Polda Sulteng menunggu hasil koordinasi antara Pemprov Sulteng dengan stakehalder lainnya terkait dengan adanya surat dari PT. Citra palu Mineral ke kementerian Lingkungan Hidup. Hari tidak menyebut materi surat CPM ke kementerian tersebut. (afd/*)

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>