Home Indeks Calon Wagub Sulteng Ditetapkan sesuai Mekanisme

Calon Wagub Sulteng Ditetapkan sesuai Mekanisme

Oskar Belum Kantongi Rekomendasi DPP PAN

Sayutin Budianto Tongani

PALU, beritapalu.NET | Penetapan Staf Ahli Gubernur, Mohammad Hidayat Lamakarate dan Ketua DPW PKB Sulteng, Zainal Daud, Selasa (14/2/2017) lalu sebagai Calon Wakil Gubernur Sulawesi Tengah pasca mangkatnya Wakil Gubernur Sudarto dinilai sudah sesuai mekanisme melalui musyawarah dan mufakat. Tanpa pemaksaan kehendak salah satu partai politik pengusung saja.

Demikian ditegaskan, Wakil Ketua II, Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto Tongani, Selasa, 21 Februari 2017 di Kantor DPD Partai Gerindra Sulteng, di Jalan Elang Nomor 77, Palu Selatan.

“Keputusan itu diambil dengan suara bulat. Melalui musyawarah dan mufakat sampai pada pertemuan ke-5 yang digelar oleh partai pengusung yakni Gerindra, PAN, PBB dan PKB. Jadi bila ada pihak yang menyebut bahwa ada Partai yang tidak dilibatkan dalam penetapan itu, saya kira ini pernyataan yang keliru,” sebut mantan anggota DPRD Kota Bontang, Kalimantan Timur periode 1999-2014 ini.

Sayutin juga mengkritisi pihak-pihak yang memaksakan kehendak untuk menjadi Calon Wagub Sulteng. Menurutnya, pada saat pertemuan di Rumah Jabatan Gubernur Sulteng, Selasa, 14 Februari 2017, Ketua DPW PAN Sulteng, Oskar R. Paudi tidak menghadiri pertemuan itu. DPW PAN hanya diwakili oleh Sekretaris DPW, Kaharuddin Syah. Oskar juga sampai saat ini belum mengantongi rekomendasi DPP PAN untuk menjadi Calon Wagub Sulteng.

“Sesuai surat yang tercatat Ketua DPW PAN, Oskar R. Paudi diundang. Namun ia tidak datang. Ada sekali waktu rapat juga ditunda karena ketidakhadiran Ketua DPW PAN. Jadi sebenarnya ia terhitung mangkir. Padahal itu pertemuan penting. Hanya ada Sekretaris DPW PAN, Kaharuddin Syah yang hadir. Jadi keliru bila ia menyebut penetapan nama calon wakil Gubernur tidak melibatkan dirinya, saya kira ini keliru besar,” tandas Sayutin.

Sayutin menegaskan bahwa pada pertemuan-pertemuan awal, Oskar menyampaikan kepada forum bahwa Sekretaris Jenderal DPP PAN meminta dirinya sebagai salah satu calon gubernur sesuai dengan kebijakan partainya. Namun sampai dengan pertemuan kelima, Ia tidak bisa memperlihatkan rekomendasi dari DPP PAN. Dari DPW PAN, ia hanya merekomendasikan namanya sendiri.

“Menurutnya, itu kebijakan partainya. Dan kami menghormati itu. Namun selanjutnya dalam musyawarah dan mufakat, namanya tidak muncul sebagai salah satu calon wagub. Tiga partai pengusung mengusulkan Pak Hidayat dan Pak Zainal. Lalu apakah karena namanya tidak masuk, lalu hasil musyawarah itu tidak dapat diakui? Itu model demokrasi macam apa,” tukas Sayutin.

Nah, seperti apa silang pendapat soal penentuan calon wagub ini, kita tunggu saja keputusan Menteri Dalam Negeri. Sebab, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola sudah menyurati Kementerian terkait absennya Ketua DPW PAN dalam penentuan calon wagub ini. (afd/*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version