Payung Teduh Donasi Penjualan Lagu Untuk Nemu Buku

0
224
Ilustrasi by Lampurio-2017

PALU, beritapalu.NET | Band Payung Teduh dari Jakarta melepas secara daring lagu perdana mereka berjudul Cerita Tentang Gunung dan Laut, Senin (6/2/2017). Hasil penjualan lagu itu akan didonasikan untuk kegiatan Hagala Buku yang digagas Perpustakaan Mini Nemu Buku (PMNB) di Palu, Sulawesi Tengah.

Hagala Buku adalah kegiatan donasi buku dari publik yang dikelola oleh PMNB sejak Juli 2016. Kegiatan itu bertujuan untuk menyebarkan buku-buku fiksi dan ensiklopedia khususnya untuk anak-anak dan remaja di wilayah terpencil di Sulawesi Tengah.

Hagala adalah idiom lokal yang bermakna hadiah untuk anak-anak saat lebaran tiba, serupa Angpau dalam tradisi Tionghoa saat Imlek. Kegiatan donasi buku itu sejauh ini telah dilaksanakan di Desa Lalong, Kabupaten Banggai Laut dan Desa Moa di Kabupaten Sigi.

Cerita Tentang Gunung dan Laut adalah lagu yang lahir dari naskah pementasan teater Matahari Di Belakang karya Catur Ari Wibowo dan direkam oleh Mohammad Istiqamah Djamad, Alejandro Saksakame, Comi Aziz Kariko, dan Ivan Penwyn, empat personil Payung Teduh yang dibentuk sejak 2007.

Lagu yang berkisah tentang perjalanan itu dikemas ulang dalam format rekaman live orkestra dan akan menjadi single pembuka untuk album baru Payung Teduh bertajuk Live and Loud.

Cerita Tentang Gunung dan Laut menjadi berkaitan dengan Hagala Buku yang dilakukan dengan perjalanan ke tempat-tempat jauh di wilayah pedalaman atau pesisir yang memiliki keterbatasan akses sarana umum, utamanya ketersediaan bacaan yang baik dan bermutu.

Berikut sepenggal syair dalam lagu Cerita Tentang Gunung dan Laut:

Tak perlu tertawa atau menangis

Pada gunung dan laut

Karena gunung dan laut

Tak punya rasa

(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here