Masyarakat Tidak Perlu Dipaksa Untuk Menilai Cawagub Sulteng

0
217
Ilustrasi (@radarsultengonline.com)

Oleh: Zubair Samatan *)

SULAWESI TENGAH adalah sebuah provinsi di bagian tengah Pulau SulawesiIndonesia. Ibu kota provinsi ini adalah Kota Palu. Luas wilayahnya 61.841,29 km², dan jumlah penduduknya 2.831.283 jiwa (2014). Sulawesi Tengah memiliki wilayah terluas di antara semua provinsi di Pulau Sulawesi, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Pulau Sulawesi setelah provinsi Sulawesi Selatan.

Gubernur yang menjabat sekarang adalah Longki Djanggola bersama dengan Sudarto (alm) untuk periode kedua. Saat ini berkenan dengan duka cita yang mendalam atas kepergian sosok yang dicintai oleh masyrakat sulteng yaitu Alm. H. sudarto yang mendampingi gubernur Longki Djanggola selama dua periode.

Tentunya masyarakat merindukan gaya kepemimpinan almarhum yang tegas, lugas dan sangat kompeten. Sejak beredarnya kabar meninggalnya bapak wakil gubernur Sulawesi tengah H.Sudarto pada hari Sabtu  (01/ 10/2016) pukul 16.00 Wita di rumah sakit Budi Agung karena serangan jantung.

Saat kedatangan jenasah di rumah duka pada pukul 16.30 Wita yang terletak di jalan Ahmad Yani kelurahan Besusu Tengah Kecamatan Palu Timur, langsung disambut keluarga dengan penuh kesedihan. Serentak masyarakat pun kaget. Tentu ini bukanlah hal yang diminta-minta, namun ini adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencukupkan umur almarhum dan mengakhiri amanah yang diberikan.

Saat ini sulawesi tengah, tengah mencari sosok figur ideal untuk menggantikan posisi wakil gubernur sulawesi tengah. Dengan harapan dapat memaksimalkan dan membantu menjalankan visi dan misi gubernur Longki Djanggola yang telah menjabat sebagai gubernur dua periode itu.

Tentu jika masyarakat bertanya siapakah figur yang tepat menggantikan posisi wakil gubernur, maka jawabannya ‘banyak kok figur idel di sulawesi tengah’. Namun seorang gubernur membutuhkan partner yang tepat untuk menjalankan visi misinya.

Tugas pokok dan fungsi seorang wakil gubernur tentunya tidak semudah apa yang kita bayangkan.  Tugas dari Wakil Gubernur (Wagub) Antara Lain adalah : Membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah; Membantu kepala daerah dalam mengkoordinasikan kegiatan instansi vertikal di daerah, Menindaklanjuti laporan dan/atau temuan hasil pengawasan aparat pengawasan, melaksanakan pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta mengupayakan pengembangan dan pelestarian sosial budaya dan lingkungan hidup; Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan kabupaten dan kota bagi wakil kepala daerah provinsi; Memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan, kelurahan dan/atau desa bagi wakil kepala daerah kabupaten/kota; Memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala daerah dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah; Melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintahan lainnya yang diberikan oleh kepala daerah; dan Melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah berhalangan.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, wakil Gubernur daerah bertanggung jawab kepada Gubernur. Serta dapat menggantikan Gubernur sebelum habis masa jabatannya apabila Gubernur meninggal dunia, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya selama 6 (enam) bulan secara terus menerus dalam masa jabatannya.

Tentunya ini bukan tugas yang mudah. Membutuhkan pengalaman yang optimal untuk berada diposisi ini. Telah banyak informasi dimedia mengenai nama yang telah direkomendasikan untuk menggantikan posisi wakil gubernur, namun tulisan ini sekedar mengajak masyarakat untuk berfikir lebih cermat dalam memandang figur yang akan menggantikan posisi itu nanti.

Sebuah keharusan jika orang yang telah berpengalaman untuk menduduki jabatan strategis itu. Dan ini bukan menjadi rahasia umum lagi, sebab masyarakat telah mengenal siapa figur-figur yang telah direkomendasikan. Karena mekanisme pemilihannya hanya berdasarkan suara wakil rakyat, maka sepenuhnya masyarakat harus mempercayai dan memberikan masukan terhadap wakil rakyatnya untuk tidak salah memilih wakil gubernur yang baru.

Akan tetapi syarat mutlak yang harus dipenuhi menurut saya adalah dia yang harus berpengalaman dibirokrasi. Bukan hanya pengalaman duduk dijabatan strategis saja, namun telah mempersembahkan karya dan kerja nyata dihadapan masyarakat sekalipun itu kecil. Masyarakat hari ini sudah cerdas menilai. Jika ada gerakan-gerakan tambahan yang mencederai nilai-nilai demokrasi, maka masyarakat yang cerdas hanya menonton sambil tertawa melihat tingkah konyol yang ada didepan mata mereka.

Urusan pemilihan wakil gubernur tidak bisa ditunggangi dengan kepentingan politik apapun itu. Sebab ada amanah besar yang harus dijalankan untuk kemaslahatan masyarakat secara umum.

Setiap kronologis penyimpangan yang terjadi, selalu jawabannya adalah kepentingan belaka. Untuk apa kepentingan itu? Apakah kepentingan untuk masyarakat? Ataukah kepentingan pribadi semata? Sebagai masayarakat, tentunya tidak menginginkan akan hal berbau busuk itu. Hak masyarakat yang harus disejahterahkan tentunya harus dipenuhi dengan kerja-kerja nyata pihak birokrasi sebagai pelayan publik. Sebelum menentukan pilihan, cermatilah siapa dia yang dipilih nanti dan perlunya untuk mempelajari sikap.

Yang menjadi viral saat ini adalah trending topic mengenai pemekaran sulawesi timur. Bagi masyarakat timur sulawesi, sultim adalah harga mati dan sebuah keniscayaan untuk bagaimana menjadi solusi kesejahteraan dan pelayanan publik yang efektif. Jika Sulawesi Timur masih dijadikan sebagai komoditas politik, maka saya sebagai salah satu pejuang Sulawesi Timur yang akan menentang keras akan hal itu.

Karena hari ini perjuangan Sulawesi Timur sebagai DOB baru telah selesai di tataran provinsi, karena surat rekomendasi telah dikeluarkan dan disetujui melalui gubernur dan DPRD provinsi. Jika keraguan masih bersarang dalam benak masyarakat, maka hal itu akan menjadi doa sehingga upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah kita seakan-akan stagnan.

Namun, sebagai masyarakat haruslah mendukung dan tetap optimis dalam segala hal untuk mendorong pemerintah agar segera merealisasikan upaya peningkatan mutu pelayanan yang ideal. Sebagai makhluk sosial, perlunya saling dukungan antar sesama tanpa memandang kasta, jabatan, dan lain sebagainya. Cukup dengan melihat kerja nyata, agar keraguan-keraguan itu segera tertepis oleh optimistis menyikapi segala kebijakan yang ada.

Segeralah berbenah diri mulai hari ini untuk membenahi problematik di lingkungan masyarakat, tanpa harus menghasut dan memprovokasi keadaan sehingga seakan-akan kondisi saat ini tidak kondusif. Yakin dan percaya bahwa pemerintah kita tidak menutup mata dan telinga saat masyarakatnya menjerit sakit. Sebab masyarakat Sulawesi Tengah masih optimis mendukung pemerintah agar memberikan solusi terbaik untuk masyaraktnya.

Kami percaya siapapun yang akan terpilih nanti, dia adalah putra terbaik daerah yang layak menjadi pemimpin kita. Segala keputusan itu atas kehendak Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa. Yang menitipkan amanah kepadanya untuk mengembannya. Masa depan sulawesi tengah ada ditangan kita semua, tinggal bagaimana kita saling mendukung dan mempercayai bahwa siapapun yang akan menjadi wakil gubernur menggantikan Alm.H. Sudarto adalah figur yang ideal. Sebab kemerdekaan negara ini berkat kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya sehingga semangat juang itu akan tetap istiqomah sesuai dengan ekspektasi rakyatnya. ***

*) Penulis adalah demisioner Ketua Umum IPMBL Palu periode 2014-2016

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here