Published On: Sat, Jan 28th, 2017

Lalulintas Ikan Di Pelabuhan Laut Wani-Donggala Semakin Bergairah

Fardi Kallang

Oleh : Fardi Kallang *)

SAAT mega merah sudah mulai memudar gelap dan suara adzan magrib usai dikumandangkan, Pelabuhan laut wani Donggala sudah mulai ramai dengan beragam aktivitas.

Para Kuli kapal dan Pedagang sibuk memindahkan ikan dari angkutan darat yang sejak sore tadi telah berparkir rapi di area pelabuhan ke atas kapal kayu yang berukuran sekitar 15 x 4 (pxl) atau sekitar 5 s.d 10 GT.

Sementara itu nampak beberapa petugas yang berlalu lalang dari berbagai instansi (terlihat dari warna seragam yang berbeda) memeriksa barang muatan serta dokumen-dokumen yang harus dilengkapai sebelum kapal berlayar.

Tampak seorang bapak yang berusia agak renta dengan peci putih dikepalanya menandakan dia seorang puang haji (sebutan haji untuk Suku Bugis, sebagian besar pedagang berasal dari sulawesi selatan) menuturkan bahwa setiap harinya dia rutin melakukan pengiriman ikan melalui pelabuhan wani 0,5 sampai 1,5 ton.

Lebih lanjut Puang haji  menuturkan bahwa, stok ikan yang dimilikinya sebagian dijual ke pasar-pasar tradisional di kota Palu. Tuturnya, harga ikan layang berada pada kisaran 20.000/kg,tongkol Rp.20.000/ kg dan ikan cakalang Rp. 30.000/kg sedangkan apabila dilakukan pengiriman atau dijual didaerah lain dapat mencapai margin Rp.3.000 s.d Rp.5.000 /kg.

Berdasarkan data yang tercatat pada Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palu sepanjang tahun 2016 pengiriman ikan melalui Pelabuhan Wani sebanyak 2.423.109 kg (2.423,109 ton) ikan dilalulintaskan melalui pelabuhan ini yang terdiri dari komoditas Layang sebanyak 2.057,835 ton (84,92%), Tongkol sebanyak 308,415(12,73%), Cakalang sebanyak 37,884 ton (1,56 ton), Selar 4,5 ton (0,18%) dan Ikan kembung sebanyak 9,35 ton (0,38%) serta Udang Vannamei segar sebanyak 5,125 ton (0,21%). Dengan frekuensi sebanyak 1.158 kali pengiriman, angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 66,08% apabila dibandingkan dengan angka pada tahun 2015 yakni sebanyak 1.601.327 kg (1.601,327 ton) dengan frekuensi pengiriman sebanyak 788 kali pengiriman dengan daerah tujuan Samarinda, Tarakan, dan Bontang (Pulau Kalimantan).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa pedagang, Tercatat ada 10 pedagang (Stecholder) yang secara aktif melakukan pengiriman ikan. ikan yang dikirim berasal dari daerah penangkapan (Fishing Ground) Luwuk Banggai (Teluk Tolo), Donggala (Selat Makassar), Parigi Moutong (Teluk Tomini).

Dengan sikap Pelaku usaha yang semakin kooperatif setiap akan melakukan pengiriman ikan, satu hari sebelum keberangkatan harus dilaporkan kepada petugas karantina ikan untuk kemudian dilakukan pemeriksaan baik secara klinis maupun secara laboratoris pada Laboratorium uji Stasiun KIPM Kelas I Palu. Berdasarkan hasil uji laboratorium tersebut diterbitkan Sertifikat Kesehatan Ikan yang menjamin bahwa produk perikanan yang dilalulintaskan melalui pelabuhan wani donggala Aman Konsumsi, Sehat, dan Terpercaya.

Sikap baik dari Para Pelaku usaha disambut baik oleh Kepala Stasiun KIPM Kelas I Palu sehingga untuk memudahkan pelayanan tindakan karantina ikan pada wilyah kerja pantoloan dan wani pada tahun 2017 ini akan disediakan ruang pelayanan di sekitar Pelabuhan wani, Sehingga para pelaku usaha dapat terlayani secara prima.

Akhirnya, dengan segala potensi yang ada seluruh elemen yang terkait pada sektor perikanan terus merapatkan barisan, saling berjibakuh menjadikan Sulawesi tengah sebagai lumbung ikan di Kawasan Timur Indonesia menuju masyarakat perikanan yang sejahtera, berdaulat dan berkelanjutan.

*) Penulis adalah Fungsional PHPI Pada Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palu.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: