Oleh: Fardi Kallang, S.H

Fardi Kallang

TAK heran bila kota ini disebut sebut sebagai kota cengkeh, nyatanya setiap mata memandang perbukitan yang terlihat hanyalah pohon cengkeh berbaris rapi dari kejauhan, tapi tak sampai disitu ternyata memandangi lautnya pun tak kalah indahnya dengan ratusan kapal dan perahu nelayan yang bersandar cantik di sekitar pelabuhan memberi sinyal bahwa kota ini pun memiliki sumber daya perikanan yang potensial.

Potensi perikanan dikabupaten toli toli dari hasil tangkap berada pada 15.000 ton/tahun sedangkan dari hasil budidaya sekitar 241 ton yang terdiri dari perikanan payau, perikanan tawar dan produksi rumput laut. (Dinas perikanan Toli-toli)

Didasari potensi perikanan dari sektor budidaya dan tangkap hadir karantina ikan wilayah kerja toli-toli dengan tujuan untuk mencegah penyebaran hama dan penyakit ikan serta pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan sehingga lalulintas komoditas perikanan di daerah ini sehat, bermutu, aman konsumsi dan terpercaya.

Selain dari kegiatan budidaya dan hasil tangkapan di daerah ini pun telah terdapat unit Pengolah Ikan (UPI) yang telah secara rutin melakukan kegiatan lalu lintas domestik perikanan kedaerah lain seperti tarakan, Makassar, dan bitung. Berdasarkan data yang tercatat pada Stasiun KIPM Kelas I Palu Wilayah Kerja Toli-toli jumlah domestik keluar setiap bulan pada tahun 2016 rata rata 30 kali frekuensi pengiriman dengan daerah Tujuan Tarakan dan Bitung .

Sekarang ini perusahaan pengolah ikan telah melakukan berbagai upaya dan perbaikan agar kedepanya agar komoditi perikanan hasil budidaya dan tangkap bisa di lakukan kegiatan  ekspor langsung dari kabupaten toli-toli.Untuk mewujudkan tujuan tersebut karantina ikan wilayah kerja toli-toli secara rutin melakukan kegiatan pemantauan hama dan penyakit ikan pada sektor budidaya baik pada budidaya tambak maupun kolam untuk menginvetaris hama dan penyakit yang ada didaerah ini sehingga apabila terjadi wabah dapat ditangani secara cepat dan tuntas.

Sedangkan untuk kegiatan penangkapan dilakukan pembinaan nelayan melalui cara penanganan ikan yang baik (CPIB) yang merupakan pedoman dan tata cara penanganan ikan hasil tangkapan, termasuk pembongkaran dari kapal yang baik untuk memenuhi persyaratan jaminan mutu dan keamanan hasil penangkapan.sehingga mutu ikan dapat terjaga.

sedangakn untuk unit pengolahan ikan dilakukan pendampingan secara intensif untuk menerapakan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan melalui penerepan standar yang diakui secara internasional yakni Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) merupakan  sistem manajemen keamanan pangan yang mendasarkan kepada kesadaran bahwa bahaya dapat timbul pada setiap tahap proses, namun dapat dikendalikan melalui tindakan pencegahan dan pengendalian titik-titik kritis.

Akhirnya, semoga sektor perikanan di kota cengkeh terus mengalami perkembangan dan  memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

*) Penulis adalah Fungsional PHPI Pada Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *