Home Indeks PFI Palu akan Gelar Musda Luar Biasa III di PGH

PFI Palu akan Gelar Musda Luar Biasa III di PGH

PALU, beritapalu.NET | Organisasi para wartawan foto yang ada di Palu, Sualwesi Tengah yakni Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu akan menggelar Musda Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Palu Golden pada Sabtu (21/1/2017).

Ketua Panitia Musdalub, Taufan Sp Bustan menyatakan, kegiatan rutin menjadi luar biasa karena periode kepengurusan PFI Palu saat ini sudah lewat dari periode yang semestinya berakhir pada 2015.

Dalam Musdalub tersebut, akan diagendakan laporan pertanggungjawaban pengurus lama yang dijabatoleh Basri Marzuki.

“Selain itu, dibahas pula program kerja dan pemilihan pengurus baru,” ujar wartawan foto Media Indonesia ini, Kamis (19/1/2017).

Ia menyebutkan, saat ini persiapan Musdalub tersebut sedang berlangsung dan diperkirakan sudah memncapai  80 persen. “Yang tersisa hanya soal teknis saja, tapi semuanya bisa disiapkan hingga memasuki hari H. Kita sudah menetapkan saudara Rony Sandhy dan Muhammad Nasrun sebagai steering committee di kegiatan ini,” imbuhnya.

Diungkapkan, jumlah pewarta foto yang masuk dalam organisasi profesi itu sekitar 20-an orang yang tersebar di sejumlah media baik cetak maupun online, baik di media lokal maupun nasional serta internasional.

Disinggung soal figur ketua yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Basri Marzuki itu, Taufan mengatakan, sejauh ada beberapa naam yang menguat. Sayangnya, ia tak bersedia nama kandidat ketua PFI Palu untuk periode 2017-2020 tersebut.

“Ini masih berkembang dan dinamis, Bisa saja dalam forum nanti akan bertambah lagi. Paling tidak sudah ada nama yang menguat dan keduanya sangat layak untuk memimpin PFI Palu ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PFI Palu yang sebentar lagi akan menyerahkan tongkat kepemimpinan, Basri Marzuki mengatakan, tantangan PFI Palu ke depan akan makin kompleks. Tak hanya bagaimana meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan foto tetapi juga pada bagaimana memosisikan diri di tengah serbuan media-media tak berbadan hukum dan juga media sosial.

“Seperti pada wartawan tulis yang diharuskan adanya sertifikasi. Tahun ini juga akan ada sertifikasi bagi wartawan foto sebagai pengakuan bahwa yang bersangkutan memang layak menjadi wartawan foto,” kata Basri. (afd)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version