Kapal Pariwisata yang Ditumpangi Pejabat Donggala Tenggelam

0
91
Tim Basarnas mengevakuasi penumpang kapal pariwisata yag tenggelam di perairan Tanjung karang Donggala, Senin (16/1/2017). (Foto: Humas Basarnas Palu)

DONGGALA, beritapalu.NET | Sejumlah pejabat di Pemda Kabupaten Donggala panik bukan kepalang. Pasalnya, kapal pariwisata yang ditumpangi untuk menjemput Bupati Kasman Lassa kemasukan air karena kelebihan penumpang dan tenggelam di periran Tanjung Karang Donggala, Senin (16/1/2016).

Informasi yang berhasil dirangkum, kapal pariwisata itu bertolak dari pelabuhan Donggala untuk menjemput rombongan Bupati Kasman Lassa yang mengajak Rektor Universitas Aisyiyah Jogjakarta berkeliling Tanjung Karang.

Karena saat itu air sedang surut, maka rombongan Bupati itu harus dijemput dengan kapal pariwisata karena tidak memungkinkan kapal yang ditumpangi rombongan bupati berlabuh dengan kondisi surut seperti itu. Kapal akan kandas dengan air yang dangkal.

Bergeraklah dua kapal pariwisata untuk menjemput rombongan itu. Awalnya saat bertolak melakuka penjemputan, tidak ada masalah karena kedua kapal itu masih kosong.

Bupati dan rombongan tamu naik ke kapal pariwisata yang satunya dan rombongan lainnya termasuk Ketua DRPD Donggala dan sejumlah kepala dinas lainnya naik ke kapal pariwisata yang kedua.

Rombongan bupati tiba dengan selamat di pelabuhan. Naas bagi rombongan kapal kedua. Rutenya berubah, tidak mengikuti rombongan kapal pertama yang ditumpangi bupati. Cek per cek, ternyata ada masalah dengan kapal kedua tersebut.

Rupanya, kapal itu mulai kemasukan air. Penumpang yang diangkutnya terlalu banyak. Ironisnya, tak satupun di anatara penumpang itu yang menggunakan pengaman atau pelampung untuk jaga-jaga. Kepanikan tak terbendung lagi. Teriakan minta tolong menggema di atas kapal itu. Histeria juga terdengar ketika kapal mulai miring dan sedikit demi sedikit tenggelam.

Tim Basarnas yang mendapat laporan itu langsung bergerak. Sejumlah penumpang yang belum terkonfirmasi jabatannya sebagai kepala dinas apa ditemukan memegang badan kapal yang terus tenggelam dan diselamatkan.

Seorang perempuan yang juga tak terkonfirmasi identitasnya menangis histeris karena ketakutan teramat sangat. Hembusan angin pada sat itu juga cukup kencang sehingga menambah kegalauan para korban.

Beruntunglah Basarnas cukup sigap dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Setelah evakuasi dilakukan, Bupati Donggala Kasman Lassa mengingatkan tentang “dipandang entengnya” itu pelampung, karena tak satupun yang menggunakannya ketia berada di kapal. Kasman mengatakan, meski jaraknya dekat, tetapi pelampung harus tetap digunakan sebagai antisipasi atas insisden-insiden seperti itu. (afd/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here