Pastikan Tepat Sasaran, Kemenag Tinjau Rumah Mahasiswa Penerima Bidikmisi

0
193
Peninjauan rumah salah seorang mahasiswa oleh tim Kemenag, Sabtu (10/12/2016). (Foto: Mad)

PALU, beritapalu.NET | Kementerian Agama RI meninjau langsung kediaman mahasiswa penerima Beasiswa Pendidikan Miskin (Bidikmisi) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu di Kelurahan Donggala Kodi Kecamatan Palu Barat, Sabtu (10/12/2016).

Peninjauan itu dilakukan oleh Kepala Sub Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Siti Sa’adiyah, didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu, Dr. H. Muhtadin Dg Mustafa dan Kepala Bagian Keuangan dan Perencanaan, Raodha.

“Peninjauan yang kami lakukan dimaksudkan untuk memastikan bahwa penerima beasiswa pendidikan miskin, benar-benar orang miskin atau tidak mampu yang layak untuk di bantu,” ungkap Siti Sa’adiyah.

Kata Siti Sa’adiyah mahasiswa penerima bidikmisi harus dari orang miskin dengan berbagai indikator termasuk tempat tinggal yang masih menggunakan dinding papan serta pendapatan dan belanja setiap bulan dibawah Rp. 300 ribu.

Olehnya, setgas dia, bantuan yang diberikan kepada mahasiswa lewat program bidikmisi Kementerian Agama RI tidak boleh salah sasaran  atau diberikan kepada mahasiswa yang tidak layak menerima.

“Program ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban orang tua, serta membuka akses kepada orang miskin untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Olehnya tidak boleh salah sasaran,” katanya.

Dirinya menyebutkan bahwa IAIN Palu harus memastikan bahwa 100 lebih mahasiswa penerima bidikmisi benar-benar dari kalangan tidak mampu, yang berhak untuk dibantu demi keberlanjutan pendidikan masyarakat.

Terkait hal itu Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Palu, Dr. Muhtadin Dg Mustafa mengatakan semua peserta penerima bidikmisi di perguruan tinggi Islam tersebut berasal dari ekonomi lemah.

“Semua peserta penerima bidikmisi berasal dari ekonomi lemah. Ada beberapa indikator penilaian meliputi pendapatan dan belanja orang tua perbulan, tempat tinggal di buktikan dengan foto, akses menuju kampus yang di gunakan, surat keterangan ekonomi lemah,” urainya.

Dia menyebutkan bahwa sebelum tim bidikmisi menetapkan nama-nama penerima bantuan tersebut, terlebih dahulu tim melakukan peninjauan langsung serta mengambil gambar untuk memastikan calon peserta penerima bantuan itu.

Lanjut dia mengatakan IAIN Palu tahun 2016 memberikan bantuan bidikmisi kepada 100 lebih mahasiswa, bantuan yang diberikan setiap semester kurang lebih senilai Rp. 6 juta yang berlangsung selama delapan semester, untuk meringankan bebankan orang tua. (mad/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here