Pemkab Bangggai Didesak Segera Laksanakan Reforma Agraria

Petani Desa Bohotokong Kembali Dikriminalisasi

Ilustrasi aksi petani menunut reforma agraria. (Source: tuk.or.id)
Ilustrasi aksi petani menunut reforma agraria. (Source: tuk.or.id)

BANGGAI, beritapalu.NET | Pemerintah Kabupaten Banggai didesak untuk segera melaksanakan reforma agrarian. Deaskan it disampaikan Aliansi utuk Petani Banggai terkait terus berulangnya kasus kriminalisasi petani akibat konflik agrarian.

“Konflik agraria di sektor perkebunan terus terjadi sejak zaman kolonialisme hingga saat ini, persoalan konflik agraria adalah masalah akut bangsa ini, sehingga presiden menjadikan reforma agraria adalah program prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017 melalui Peraturan Presiden nomor 45 tahun 2016,” kata Koordinator Aliansi Untuk Petani Banggai Moh. Afandy, S. Sos, MSi dalam rilisnya, Kamis (1/12/2016).

Ia menjelaskan, salah satu tujuan pelaksanaan reforma agraria adalah untuk menyelesaikan problem kemisikinan petani, tidak terkecuali kasus yang melanda masyarakat Bahotokong yang selalu dibuat miskin oleh PT. Anugerah Sari Tama milik Nayoan dan PT. KLS milik Murad Husain yang selama ini menjadi hambatan kesejahteraan petani.

Untuk itu lanjutnya, desakan agar lahan-lahan yang dikuasai secara besar-besaran oleh korporasi tersebut agar segera ditetapkan menjadi Tanah Objek Reforma Agraria. Sehingga dengan pelaksanaan reforma agraria menjadi jawaban atas kemiskinan rakyat.

Ia menyebut, kasus teranyar adalah kriminalisasi terhadap petani di desa Desa Bohotokong ang terjadi pada Senin (30/11/2016) sekira pukul 09.45 wita. Diungkapkan, tiga orang anggota Polisi berpakaian preman menggunakan celana pendek mendobrak rumah Tante Mili untuk mencari Apet Madili (40).

Tidak menemukan orang yang di cari, mereka menuju kebelakang rumah dimana Apet berada bersama 4 orang temannya. Mereka sedang berada di “ Porono” (tempat mengolah kelapa menjadi kopra).

Ketiga anggota polisi tersebut langsung menangkap Apet, tanpa memberikan penjelasan dan memperlihatkan surat perintah penangkapan. Tanpa perlawanan Korban langsung menuruti keinginan para polisi, meski tanpa menggunakan alas kaki (sandal). Korban Apet hanya sempat mengambil baju dan belum sempat digunakan, bajunya hanya diselipkan diketiak saja, dan naik ke mobil Avansa berwarna merah yang saat itu dalam posisi mesin yang masih hidup.

Setelah dua jam berselang dari penangkapan itu, Sekdes Bohotokong datang membawa dua buah surat untuk diserahkan kepada Saudara Sofyan (Om Pyan). Sofyan adalah Ketua Organisasi Tani Bunta, Kedua surat itu ternyata adalah Surat perintah penangkapan dengan nomor : 01/SP.kap/126/XI/2016 tanggal 30 November 2016 dan Surat perintah membawa dan menghadapkan tersangka nomor : SP BAWA/1354-b/XI/2016/Reskrim tanggal 30 November 2016.

Saudara Sofyan sempat menanyakan kepada anggota polisi bernama Suwandi (anggota Polsek Bunta ) yang membawa surat tersebut dari mana surat itu diperoleh. Dari jawaban Suwandi kalau surat itu diperoleh dari anggota polisi yang menangkap korban Apet Madili setelah melakukan penangkapan.

Hingga saat ini Korban Apet Madili, masih ditahan di markas Polres Banggai di Kota Luwuk. Belum ada satupun keluarga korban yang mengunjungi ke Kantor Polisi. Belum diketahui persis kondisi korban paska penangkapan.

Ia berharap kasus seperti tidak terulang lembali dan meminta dua perusahaan tersebut segera dibekukan.  (wan/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Aliansi Peduli Masyarakat Adat Pertanyakan Komitmen Pemprov Sulteng

Thu Dec 1 , 2016
PALU, beritapalu.NET | Aliansi Peduli Masyarakat Adat (APMA) mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap masyarakat adat terkait ditolaknya registrasi Perda Perlindungan Hukum Masyarakat Adat Tau Taa Wana yang telah disahkan sebagai Perda oleh DPRD Kabupaten Tojo Unauna. Keraguan akan komitmen Pemprov Sulteng itu dinyatakan APMA saat menggelar unjukrasa di […]

lsdmlsd sdklmglsdg sdglddmgl msbbm;dsmb dlmb;dflmb zdfmbdzlfmb