Danrem Serukan Tindakan Persuasif pada Aksi 212 di Palu

0
232
Danrem 132 Tadulako Kol. Inf. Saleh Mustafa di depan prajuritnya usai gelar pasukan pengamanan unjuk rasa aksi 212 di Mapolda Sulteng, Selasa (29/11/2016). (Foto: Penrem 132 Tadulako)
Danrem 132 Tadulako Kol. Inf. Saleh Mustafa di depan prajuritnya usai gelar pasukan pengamanan unjuk rasa aksi 212 di Mapolda Sulteng, Selasa (29/11/2016). (Foto: Penrem 132 Tadulako)

PALU, beritapalu.NET | Komandan Korem 132 Tadulako Kolonel Inf. Saleh Mustafa menyerukan kepada para prajuritnya yang terlibat dalam pasukan pengamanan aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2017 (212) mendatang agar mengedepankan tindakan persuasive dan humanis.

Seruan itu disampaikan usai mengikuti gelar pasukan di Halaman Mapolda Sulteng Selasa (29/11/2016).

Mustafa mengatakan kehidupan demokrasi di Indonesia sejak awal reformasi hingga hari ini penuh dinamika yang selalu berkembang hari demi hari. Aspirasi dan kontrol sosial oleh masyarakat kepada Pemerintah dilakukan dalam berbagai macam bentuk yang salah satunya dengan ber-unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat.

Penyampaian aspirasi dalam negara demokrasi menurutnya bukanlah suatu pelanggaran karena kebebasan menyampaikan pendapat itu adalah hak dari seluruh warga negara yang dilindungi oleh Undang-undang sebatas dilakukan dengan tertib  dan tanpa berbuat anarkhis.

Ia juga meminta agar tidak boleh terpancing oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang mungkin akan menyusup dalam pelaksanaan demonstrasi tersebut, karena para pelaku demonstrasi yang mengatasnamakan rakyat adalah orang tua kita sebab TNI berasal dari rakyat juga, oleh karena itu seluruh prajurit tidak boleh terpancing jelas Danrem.

Dalam kesempatan tersebut  Danrem menyampaikan beberapa penekanan dari Panglima TNI dalam mengantisipasi rencana demonstrasi termasuk Aksi Bela Islam III nanti agar seluruh prajurit TNI selalu siap untuk tugas perbantuan kepada Polri dalam melaksanakan pengamanan sepanjang ada permintaan dari Polri.

Selama melaksanakan pengamanan agar sesuai dengan Protap PHH secara persuasif dan humanis tidak boleh ada letusan senjata atau tindakan kekerasan lainnya. Juga dalam pelaksanaan pengamanan, tidak ada prajurit TNI yang menggunakan senjata dan munisi tajam serta benda-benda lain yang dapat membahayakan orang lain, apabila ada pihak-pihak yang ingin berbuat anarkhis agar dihadapi dengan tangan kosong.

“Laksanakan upaya antisipasi dan pencegahan terhadap kemungkinan adanya upaya-upaya anarkis oleh massa penyusup selama pelaksanaan Unras. Dan ingat tugas pokok TNI adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yg Berbhineka Tunggal Ika shg tdk ada anggota yg terprovokasi atau memprovokasi kelompok tertentu. Beberapa penekanan ini wajib  menjadi pedoman bagi seluruh prajurit TNI dalam melakukan upaya pengamanan pelaksanaan Unras,” tegas Kolonel Mustafa mengakhiri pengarahannya. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here