Workshop Mendongeng di Festival Dongeng Anak Poso

0
272
Penyajian amteri workshop mendongeng pada Festival Dongeng Anak Poso di Tentena, Poso, Jumat (25/11/2016). (Foto:Institut Mosintuwu)
Penyajian amteri workshop mendongeng pada Festival Dongeng Anak Poso di Tentena, Poso, Jumat (25/11/2016). (Foto:Institut Mosintuwu)

POSO, beritapalu.NET | Workshop Mendongeng menjadi salah satu daya tarik di Festival Dongeng Anak Poso yang diselenggarakan oleh Project Sophia Institut Mosintuwu bekerjasama dengan Ayo Dongeng Indonesia.

Tercatat 30 guru, pendamping anak dan remaja serta pecinta dongeng mengikuti workshop mendongeng yang dilaksanakan di Dodoha Mosintuwu, Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (25/11/2016). Workshop ini menghadirkan Bonchie dan Yannie dari Ayo Dongeng Indonesia. 

“Memberikan petuah berisi nilai-nilai moral dan etika pada jaman sekarang menjadi lebih sulit. Dibutuhkan kreatifitas untuk menarik perhatian anak apalagi remaja untuk mendengarkan lalu mencernanya menjadi sebuah nilai. Itu mengapa workshop mendongeng perlu” kata Lian Gogali, Direktur Institut Mosintuwu yang menjadi moderator dalam workshop.

Workshop mendongeng pada Festival Dongeng Anak Poso di Tentena, Poso, Jumat (25/11/2016). (Foto:Institut Mosintuwu)
Workshop mendongeng pada Festival Dongeng Anak Poso di Tentena, Poso, Jumat (25/11/2016). (Foto:Institut Mosintuwu)

Dalam konteks paska konflik di Poso, kata Lian, mendongeng menjadi pilihan guru atau pendamping anak/remaja untuk bisa memperkenalkan nilai-nilai keberagaman dan perdamaian tanpa terasa membosankan. Bonchie membagikan teknik mendongeng yang disertai lagu juga mendongeng dengan menggunakan alat seperti origami dan tali. Sementara itu, Yannie berbagi teknik mengubah suara dalam mendongeng.

“Mendongeng bukan hal yang sulit, sebaliknya dongeng itu adalah cerita kita sehari-hari. Untuk mendongeng hanya butuh sebuah cerita yang bisa merupakan kejadian sehari-hari,  suara yang intens, ekspresi dan gesture tubuh yang menarik,” jelas Yannie. 

Dengan mendongeng, anak-anak diberikan kesempatan untuk berimajinasi dan meluaskan pikiran mereka tanpa dibebani dengan keharusan-keharusan yang biasanya muncul dalam nasehat. Mendongeng, kata Bonchie mendekatkan kita pada anak-anak untuk memahami nilai dan etika tanpa merasa menggurui.

Ini juga disampaikan oleh ibu Karen, salah seorang peserta “ Saya ingin belajar agar anak-anak menjadi lebih cerdas ketika mendengarkan dongeng juga tidak bosan,” sebutnya.

Pada akhir workshop  yang dilaksanakan pada hari pertama Festival Dongeng Anak, Jumat (25/11/2016) di Dodoha Mosintuwu,  peserta diajak untuk mempraktekkan dongeng secara berkelompok dan individu. Peserta workshop menyepakati untuk mengembangkan komunitas dongeng di Poso agar kemampuan mendongeng menjadi lebih berkembang.(afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here