Mosintuwu Institute akan Gelar Festival Hasil Bumi Poso

0
244
Cover Festival Hasil Bumi Poso. (Source: facebook.com/FHBP)
Cover Festival Hasil Bumi Poso. (Source: facebook.com/FHBP)

PALU, beritapalu.NET | Mosintuwu Institute, sebuah lembaga social yang berpusat di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah akan menggelar kegiatan bertajuk Festival Hasil Bumi Poso pada 3 dan 4 November 2016 mendatang di Tentena.

Festival itu akan menampilkan sejumlah kegiatan seperti Parade Hasil Bumi di jalan kota Tentena, Galeri Hasil Bumi di lokasi Dodoha Mosintuwu, Pesta Kuliner orang Poso, Seni Ekspresi Hasil Bumi, lomba fotografi hasil bumi, lomba Moapu, lomba lukis/gambar hasil bumi, lomba cipta lagu hasil bumi dan juga pemilihan Duta Hasil Bumi Poso.

Pimpinan Mosintuwu Institute, Lian Gogali menyebutkan, selain sejumlah kegiatan tersebut, juga dilaksanakan Diskusi dan Dialog bertema Desa Membangun dengan Hasil Bumi dengan pembicara seperti  Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dirjen Pendidikan PAUD dan Dikmas, dan pendiri Bank Tani Masril Koto.

“Festival ini adalah juga proses kami belajar bersama dari desa, dengan mengumpulkan 40 desa di Kabupaten Poso dan (sebagian ) Morowali Utara yang bersemangat datang saling menguatkan membawa pangan hasil bumi mereka yang sungguh kaya. Kami mendiskusikan proses ini bersama , sampai pada mimpi bersama agar ‘mari kembali ke desa’, bukan untuk dieksploitasi tapi untuk dipercaya sebagai kekuatan bersama dari kata besar pembangunan; agar kekayaan alam dikelola sambil menjaganya seimbang dengan kebutuhan manusia,” jelas Lian.

Menurutnya, simbol keamanan dan kemajuan dalam konteks pasca konflik Poso, tidaklah kita bergantung pada gelaran operasi keamanan atau bangunan megah bernama mall yang berisi barang milik 2 % orang kaya dari 200+ orang di Indonesia, juga tidak pada kata kunci investor yang terlalu sering jadi ukuran atau datangnya artis.

Ia merinci, pada kegiatan Parade Hasil Bumi, kemasannya dibuat dengan unik namun cukup menarik, yakni hasil bumi akan diarak seperti pawai dari Taman Kota Tentena dan berakhir di Dodoha Mosintuwu.

“Hasil bumi dari parade itu akan dibagikan ke peserta dan pengunjung yang datang ke lokasi festival dan itu gratis,” sebut Lian. Tak hanya gratis, tapi juga ada hadiahnya.

Di galeri hasil bumi, desa-desa menyediakan hasil bumi dari desa masing-masing. Hasil bumi ini dapat berupa hasil alam yang telah dibuat menjadi barang jadi semisal kursi dari rotan atau bambu, keranjang dari rotan, anyaman dari pandan dan sebagainya; juga hasil olahan dalam bentuk makanan. Hasil bumi itu bisa dijual di lokasi.

Begitu pula dengan pesta kuliner Poso akan hadir beragam makanan khas Poso di warung desa lengkap dengan restoran bambu berbentuk jamur.

Ada pula lomba masak atau moapu dengan menu baru yang bahannya terdiri dari paling kurang 3 bahan/bumbu asli dari Poso. Lomba tersebut terbuka untuk umum secara berkelompok 2-3 orang. Lomba juga tersebut menyediakan hadiah.

Meskipun Festival Hasil Bumi Poso yang baru pertama kali digelar itu berdekatan dengan jadwal Festival Danau Poso (FDP), namun dipastikan akan berlangsung meriah. Bagi mereka yang ingin ikut serta pada sejumlah kegiatan dan lomba, dapat menghubungi panitia di Kantor Institut Mosintuwu , Jl. Yosi, Gang Mosintuwu No. 1 Pamona, Kabupaten Poso, Sulteng. Kontak Person : Cici 082292001547 atau 0458 – 21765. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here