Diguyur Hujan, Festival Pesona Teluk Tomori Tetap Meriah

0
141
Tari Bagang yang dimainkan secara kolosal di tengah guyuran hujan pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Tari Bagang yang dimainkan secara kolosal di tengah guyuran hujan pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

KOLONODALE, beritapalu.NET | Meski hujan mengguyur, namun antusias warga untuk hadir dalam pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori yang dipusatkan di halaman depan kantor Bupati Morowali Utara di Kolonodale, Kecamatan Petasia, Senin (24/10/2016) tetap berlangsung meriah.

Sejumlah pelajar memainkan tari Bagang secara kolosal di tengah guyuran hujan pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). Festoval yang ketiga kalinya digelar itu menampilkan beragam seni tradisi dan budaya warga pesisir teluk tersebut yang berlangsung hingga 28 Oktober mendatang. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/16
Sejumlah pelajar memainkan tari Bagang secara kolosal di tengah guyuran hujan pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). Festoval yang ketiga kalinya digelar itu menampilkan beragam seni tradisi dan budaya warga pesisir teluk tersebut yang berlangsung hingga 28 Oktober mendatang. ANTARAFOTO/Basri Marzuki/16

Mendahului pembukaan yang berlangsung sekitar pukul 21.00 Wita itu, seratusan pelajar memainkan tari kolosal bertajuk “Bagang”. Meski dengan kondisi lapangan yang becek akibat hujan, namun penari itu tetap bersemangat memainkan setiap detail gerakan tari. Percikan air hujan dari lapangan justeru semakin membawa ribuan warga yang hadir larut dalam situasi nyata tari yang menggambarkan aktivitas nelayan di Teluk Tomori.

Seorang putri yang diusung dalam perahu dan diarak berkeliling menjadi puncak pementasan tari kolosal itu. Riuh tepuk tangan membahana, tak terkecuali Bupati Morowali Utara Aptripel Tumomor dan Asisten I Bidang Pemerintah Pemprov Sulteng Areif Latjuba yang hadir pada kesempatan itu memberi apresiasi atas pementasan itu.

Bupati Morowali Utara mencoba menggunakan senjata tradisional sumpit milik suku Tau Taa Wana pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). Festoval yang ketiga kalinya digelar itu menampilkan beragam seni tradisi dan budaya warga pesisir teluk tersebut yang berlangsung hingga 28 Oktober mendatang. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Bupati Morowali Utara mencoba menggunakan senjata tradisional sumpit milik suku Tau Taa Wana pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). Festoval yang ketiga kalinya digelar itu menampilkan beragam seni tradisi dan budaya warga pesisir teluk tersebut yang berlangsung hingga 28 Oktober mendatang. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Bupati Morowali Utara (Morut) Aptripel Tumomor dalam kesempatan menyampaikan sambutannya menyatakan, Morowali Utara meski masih “hijau” dengan usia tiga tahun yang diperingati pada setiap 24 Oktober begitu kaya dengan sumber daya alam. Waau demikian, ia tidak ingin sumberdaya yang melimpah itu dikelola tanpa konsep.

Karena itu sebutnya, di masa pemerintahannya semua sumberdaya alam itu akan dikelola dengan konsep dan strategi yang jelas agar muaranya pada kesejahteraan rakyat.

Warga terasing suku Tau Taa Wana melakukan atraksi sumpit pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). (Foto: bvmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Warga terasing suku Tau Taa Wana melakukan atraksi sumpit pada pembukaan Festival Pesona Teluk Tomori, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). (Foto: bvmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Ia mengaku dari segi infrastruktur, Morut terbilang masih belum memadai. Namun menurutnya itu bukan halangan jika ada keinginan yang kuat untuk membangun daerah. Karena itu, ia mengajak semua komponen warganya agar bersama-sama bahu membangun Morut agar bisa setara dengan kabupaten lainnya di Sulteng.

Terkait dengan aspek pariwisata, Aptripel mengaku akan berusaha membangunnya dengan baik agar daerah tersebut juga dapat dikenal did aerah luar teramsuk manca Negara sehingga dapat menjadi salahs atu destinasi wisata.

Pemecahan rekor dero persaudaraan yang baru saja digelarnya lanjutnya menjadis alahs atu bagian dari upaya peromosi wisata itu. Begitu pula dengan Festival Pesona Teluk Tomori yang digelarnya kali ini juga menjadi bagian dari usaha untuk mengenalkan keunikan yang dimiliki dari daerah yang dimekarkan dari Morowali tersebut.

Ibu-ibu memainkan musik bambu pada Festival Pesona Teluk Tomori di  Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Ibu-ibu memainkan musik bambu pada Festival Pesona Teluk Tomori di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (24/10/2016). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

Usai seremoni pembukaan yang dilakukan oleh Gubernur Sulteng yag diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Arief Latjuba, dipertontonkan pula atraksi sumpit oleh sejumlah warga asli Suku To Taa Wana. Kesempatan itu juga digunakan bupati Aprtipel untuk menyumpit sasaran.

Memeriahkan pembukaan festival tersebut, artis Dewi Persik juga dihadirkan untuk menghibur warga. Festival yang berlangsung 24 hingga 28 Oktber 2016 itu diisi dengan sejumlah kegiatan seperti lomba engrang, musik bambu, balap katinting, dero persaudaraan, pameran, trip wisata dan sejumlah kegiatan lainnya. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here