Unismuh Palu Gelar Simposium Nasional Gerakan PAUD Berkualitas

Rektor Uhamka Jakarta, Prof Suyatno saat memberikan penjelasan di acara Simposium Nasional Gerakan PAUD Berkualitas, Rabu (19/10/2016). (Foto: Unismuh Palu)

PALU, beritapalu.NET | Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, Rabu (19/10/2016), menggelar Simposium Nasional Gerakan PAUD Berkualitas.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Rektor Unismuh Palu, DR Heru Wardoyo SH MH itu, dimaksudkan agar anak Indonesia memiliki masa depan yang tentunya dimulai dari pendidikan dini. Kegiatan itu juga dihadiri Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud, Ella Julaelawati MA PhD, Bunda PAUD Sulteng HJ Zalzulmida Djanggola, Pimpinan Pusat Aisiyiyah, dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Rektor Unismuh Palu, DR Heru Wardoyo SH MH mengatakan, kegiatan simposium itu diharapkan menghasilkan pengetahuan yang lebih, bagi para pihak, terutama Dosen dan Mahasiswa Jurusan PAUD FKIP Unismuh Palu. “Peserta kegiatan simposium ini, selain para pimpinan fakultas dan warga Muhammadiyah di Palu, juga dikhususkan untuk mahasiwa dan Dosen jurusan PAUD,” jelas Rektor Heru.

Harapannya, ilmu yang didapat pada simposium itu, bisa diterapkan ketika berada di lapangan, khususnya bagi alumni jurusan PAUD Unismuh Palu, diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu tentang Pendidikan Anak Usia Dini. “Masa depan anak Indonesia harus terjamin, tentunya dimulai dari pendidikan dini yang berkualitas. Dengan kata lain, memberikan awal terbaik bagi masa depan anak,” jelas Rektor.

Sementara Rektor Uhamka Jakarta, Prof Suyatno, yang menjadi pembicara pertama pada simposium Nasional itu, mengatakan, bahwa visi PAUD adalah mewujudkan anak usia dini yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia, menuju terbentuknya insan Indonesia yang cerdas komprenhensif. “Untuk misi PAUD ada lima yaitu meningkatkan ketersediaan, memperluas keterjangkauan, meningkatkan kualitas dan mutu, mewujudkan kesetaraan, dan menjamin kepastian.

Dia juga mengatakan, bahwa ragam potensi kecerdasan anak yang cukup beragam harus dikelola dengan baik, seperti potensi spiritual, potensi akal, potensi sosial, dan potensi kecerdasan lainnya, harus diketahui sejak dini, sehingga bisa mengarahkan potensi itu menuju hal-hal positif. “Harus diarahkan agar anak menghadirkan keimanan dalam aktivitasnya,” tandasnya.

Kegiatan itu, juga menghadirkan pemateri dari universitas lainnya, seperti DR Siti Fatimah FKIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan DR Abdullah Sinring MPD dari Dekan Universitas Negeri Makassar.(ery/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here