Presiden Jokowi Akhirnya Batalkan Relaksasi Eksport Mineral

0
168
Ahmad M. Ali
Ahmad M. Ali

JAKARTA, beritapalu.NET | Presiden Joko Widodo akhirnya membatalkan kebijakan relaksasi ekspor mineral. Pembatalan itu sebagai bentuk komtimen pemerintah terhadap pembangunan industri dalam negeri serta kepastianhukum terhadap investasi.

Pembatalan itu disambut positif politisi Partai Nasdem Ahmad M. Ali. Menurut Anggota Komisi III DPR RI itu, pembatalan kebijakan relaksasi eksport konsentra mineral akan membuat ekonomi dalam negeri lebih bergairah. Kata dia, kerangka dasar industri bisa lebih terarah jika pasar domestik bahan mentah lebih difokuskan pada pemenuhan konsumsi dalam negeri.

“Alhamdulillah, pembatalan eksport konsentrat mineral ini menunjukan komitmen tinggi presiden Joko Widodo pada pembangunan nasional yang lebih visioner. Sekaligus memberikan keyakinan yang kuat pada iklim investasi. Akhirnya, segala keragu-raguan akan perlindungan investasi segera bisa diatasi,” ujar Ahmad M. Ali dalam rilisnya yang diterima redaksi beritapalu.NET, Kamis (13/10/2016).

Ahmad M.Ali menyampaikan, iklim investasi akan segera dan terus membaik jika ada kepastian hukum semacam ini. Ali berharap investor yang berkomitmen membangun smelter agar menggenjot dan mempercepat proses pembangunan, sehingga akselerasi pertumbuhan ekonomi dari sisi hilirisasi bisa segera memberi kontribusi pada PDRB Nasional.

“Saya berharap para investor-investor yang sudah berkomitmen agar segera menyelesaikan pembangunan smelter. Supaya nilai tambah pengelolaan mineral bisa segera memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” sebutnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan, (12/10/2016) di Jakarta, menyampaikan, berdasarkan kajian internal Kementerian ESDM, bahwa pemerintah hampir dipastikan tidak akan memberikan relaksasi untuk nikel dan bauksit.  Karena proses pembangunan hilirisasi sudah dianggap sangat maju jadi tidak perlu lagi ada ekspor konsentrat. (afd/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here