Kesal Sawah Dikuasai Preman, Ratusan Warga Bakar 4 Pondok dan 1 Rumah

0
234
ilustrasi-pembarakan-rumah
ilustrasi pembarakan rumah (foto: satubanten.com)

DONGGALA, beritapalu.NET | Ratusan warga dari dua desa yakni Bonemarawa dan Mbulawa Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (3/10/2016) siang membakar 4 pondok dan 1 rumah kebun serta 1 handtraktor di Desa Bonemarawa.

Pembakaran itu diduga dipicu oleh lahan sawah yang dikuasai oleh oknum preman yang berasal dari Kabupaten Mamuju Utara.

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelumnya warga sudah melaporkan ke Kepolisian setempat terkait penyerobotan lahan perkebunan dan lahan persawahan yang duga dilakukan sejumlah oknum preman dari wilayah berbeda namun tak kunjung diproses.

Warga kemudian memilih melibatkan tokoh adat agar lahan persawahan seluas 150 hektar dikembalikan ke tanah adat.

Selain memasang palang Forum Lembaga Adat Kaili Tado, ratusan warga itu juga membakar sejumlah pondok yang berada di wilayah sengketa  bahkan sebuah rumah kebun milik oknum preman yang diduga melakukan penyerobotan dan menguasai lahan selama ini juga ikut di bakar warga. Beruntung saat kejadian pembakaran yang dilakukan warga, pemilik rumah sedang tidak berada di tempat sehingga tidak memicu bentrokan.

Usai melakukan pembakaran,  massa kemudian membububarkan diri dan menyerahkan penyelesaian sengketa lahan tersebut kepada lembaga adat yang sudah disepakati oleh warga dari dua desa yang bersengketa dengan oknum preman.

Kades Mbulawa  Simoen  yang dikonfirmasi mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan beberapa tahun lalu kepemerintah dan kepolisian dan bahkan pertemuan sudah dilakukan beberapa kali baik di kabupaten mamuju dan Kabupaten Donggala.

Namun kataya, sampai hari ini belum ada penyelesaian, sehingga saat ini warga melakukan pendudukan paksa dan meminta tanah sengketa tersebut kembali ke tanah adat untuk di carikan penyelesainnya, sebut Simoen. (joni/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here