IBTI Sulteng Orbitkan 9 Stratup Usahawan Muda Palu

0
213
Kepala Dinas Perindustrian Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali (kedua dari kiri depan) berpose bersama para pelaku usaha kecil hasil Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) usai peluncuran produk di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (25/9/2016). IBTI adalah lembaga bentukan Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Dinas Perindustrian setempat yang fokus pada penciptaan pengusaha muda dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai basis bisnis. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)
Kepala Dinas Perindustrian Sulawesi Tengah Abubakar Almahdali (kedua dari kiri depan) berpose bersama para pelaku usaha kecil hasil Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) usai peluncuran produk di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (25/9/2016). IBTI adalah lembaga bentukan Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan Dinas Perindustrian setempat yang fokus pada penciptaan pengusaha muda dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai basis bisnis. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki/16)

PALU, beritapalu.NET | Inkubator Bisnis Teknologi Informasi (IBTI) Sulteng mengorbitkan 9 usahawan muda pemula binaannya di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (25/9/2016).

Ke-9 startup technopreneur tersebut masing-masing dengan situs onlinenya yang dirakit bersama IBTI, yakni oleh-oleh sulteng (oleholehsulteng.com), Kupon Box (kuponbox.com), dehijabers (dehijabers.com), Griya Rias Aidila (griyaaidila.com), potomu.com, Kamboti Studio, pasambo.com, nasana.com, dan pasarasa.com.

“Ini memang harapan kita, akan lahir entrepreneur-enterpreneur muda yang bisa memanfaatkan teknolongi informasi dalam mengmbangkan bisnisnya. Saya berharap, talenta bisnis yang dimiliki anak-anak muda ini dapat dikembangkan terus,” ujar Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Abubakar Almahdali saat peluncuran website tersebut.

Menurut Abubakar, anak muda Palu tak kalah dengan anak muda dari daerah lainnya termasuk Jawa. Yang penting lanjut Abubakar adalah skill terus diasah dan kreatifitas harus terus diasah. “Kita salut dengan mereka, karena ada kegigihan dan mudah-mudahan hasilnya bisa lebih bagus,” harap Abubakar.

General manager IBTI Sulteng Koes Susilo mengungkapkan, IBTI dibentuk sejak 2013 lalu atas inisiasi Ditjen Industri Kecil dan menengah Kementerain Perindustrian dan Disperindag Sulteng. Sejak terbentuk, hingga saat ini telah mengorbitka sedikitnya 32 usahawan muda.

IBTI focus pada usaha-usaha membangun bisnis yang diprakarsai oleh kalangan muda dengan memanfaatkan teknologi informasi sebagai basisnya. Beragam bidang bisnis telah difasilitasi mulai dari kuliner hingga usaha jasa kecantikan.

Layanan yang diberikan antara lain inkubasi bisnis utuk menjadi startup technopreneur, konsultasi, mentoring dan pelatihan, pengembangan bisnis hingga akses permodalan. Mereka dilatih hingga siap meluncurkan produknya di website.

“Dari mereka yang telah menjadi tenant tersebut, Disperindag Sulteng telah membuatkan 5 di antaranya telah dibuatkan badan usaha berupa CV,” sebut Kus.

IBTI dalam operasionalnya menggandeng salah satu perguruan tinggi di Palu dan dibantu oleh konsultan Bandung Techno Park.

“Kita sedang gencar-gencarnya mendorong agar industri kecil menengah (IKM) yang ada dapat memasarkan produknya secara online (e-smart). Pasar global dengan memafaatkan teknologi sudah menjadi tuntutan. Lagi pula pemanfaatan information technology membuat operasional usaha menjadi lebih efisien,” imbuh Kasubdit Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian dan perdagangan, Janu Suryanto yang juga hadir pada kesemaptan itu.

Ke depannya lanjut Janu, IBTI juga akan dibentuk di daerah lain untuk mempercepat program e-smart IKM.

Launching tenant itu juga dihadiri oleh Gneral Manager Bandung Techno Park, Iman Ieut Tritoasmoro. (afd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here