Published On: Sun, Sep 25th, 2016

Hujan Warnai Pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni

Walikota Palu Hidayat (kiri) berduet dengan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said menyanyikan "Topo Tara" pada pembukaan Festival Palu Nomoni di Palu, Sabtu (24/9/2016) malam. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

Walikota Palu Hidayat (kiri) berduet dengan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo Said menyanyikan “Topo Tara” pada pembukaan Festival Palu Nomoni di Palu, Sabtu (24/9/2016) malam. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PALU, beritapalu.NET | Aral tak dapat dilawan, hujan pun tak dapat ditolak. Itulah yang terjadi pada pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni pada Kamis (24/9/2016) malam. Ribuan pengunjung terpaksa berlarian meninggalkan panggung utama tempat berlangsungnya seremoni pembukaan akibat hujan yang turun.

Hujan turun setelah Walikota Palu Hidayat usai memberi sambutan atau tepat ketika Gubernur Suteng Longki Djanggola menyampaikan sambutannya. Menteri Pariwisata Arief Hidayat yang berkenan membuka festival itu terpaksa dipayungi agar tidak basah. Dua orang putri pendamping menteri, yakni Putri Indonesia dan Putri Pariwisata terpaksa bergegas naik ke panggung agar terhindar dari basah.

Ribuan warga yang antusias ingin menyaksikan seremoni pembukaan dan berdesak-desakan di sekitar panggung utama buyar seketika. Walau demikian, hujan itu tidak membuyarkan hikmatnya seremoni pembukaan festival yang sebelumnya bernama Festival Teluk Palu tersebut.

Walikota Palu Hidayat menyebutkan, nama Festival Teluk Palu diubah menjadi Festival Pesona Palu Nomoni bukan tanpa alasan, melainkan karena adanya keinginan untuk menggemakan Palu ke dunia luar.

“Sebentar setelah ini akan ada penandatanganan prasasti Palu Nomoni. Isinya adalah Tunjukkan kepada dunia, buktikan kepada Indonesia bahwa Palu memang pantas disebut mutiara di khatulistiwa,” ujar Hidayat.

Prasasti itu akan diteken oleh Menteri Pariwisata, Gubernur Sulawesi Tengah dan Walikota Palu yang letaknya di anjungan Talise.

Menpar dan sejumlah petinggi daerah kemudian menggunakan dokar menuju anjungan Talise guna meneken prasasti itu setelah seremoni pembukaan digelar, walau dalam keadaan hujan.

Hidayat menyatakan, melalui Festival Pesona Palu Nomoni ini diharapkan Palu  dapat lebih dikenal oleh dunia luar sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Dalam festival yang berlangsung 24 hingga 26 September mendatang itu akan ditampilkan sejumlah pertunjukan seni dan budaya tradisi di tujuh panggung di sepanjang 7,2 kilometer pantai Teluk Palu.

Menurutnya, pertunjukan itu akan memberi daya tarik karena yang ditampilkan adalah seni dan tradisi lokal yang khas. Jangankan orang dari luar katanya, orang Palu sendiri banyak yang tidak tahu apa itu ritual Balia, ritual Pompaua dan sebagainya. Lewat festival tersebut, keragaman budaya dan tradisi lokal itu dapat diketahui.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri menyanggupi jika event festival tersebut dijadikan sebagai agenda tahunan. (afd)

 

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

%d bloggers like this: