Ketua Badan Rescue Partai NasDem Hajalia Somba (kedua dari kiri) bahu membahu menyalurkan bantuan pada korban banjir di Desa Sarombaya, Banawa Seltan, Donggala, Senin (18/9/2016). (Foto: Humas Partai Nasdem Sulteng)

DONGGALA, beritapalu.NET | Banjir besar yang melanda Desa Sarombaya Kec. Banawa selatan Kab. Donggala Sulawesi Tengah sejak Rabu (14/9/2016) lalu mengakibatkan 18 Kepala Keluarga kehilangan rumah dan harta benda, 11 rumah dan  sebuah Panti asuhan serta Posyandu rusak berat dan 38 rumah penduduk rusak ringan.

Setelah mendapat informasi dan laporan dari Pengurus Ranting (DPRt) Partai NasDem Desa Sarombaya, Partai NasDem Sulteng langsung memerintahkan Badan Rescue parta tersebut untuk meninjau langsung lokasi bencana sekaligus mengidentifikasi  korban dan kebutuhan masyarakat yang menjadi korban banjir dan segera mengambil tindakan emergency yang harus dilakukan.

Badan Rescue Partai NasDem yang dipimpin oleh Hajalia Somba bersama Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Donggala Sahlan (yang juga Anggota DPRD Kab. Donggala) mengantar dan mendistribusikan langsung  bantuan kemanusiaan kepada masyarakat korban bencana alam banjir yang ada di Desa Sarombaya.

Setelah menempuh perjalanan 2 jam dari Kota Palu, logistik berupa sembako (beras, Mie Instan, Ikan Kaleng, Minyak Goreng, Gula, Kopi, Teh, popok bayi) Badan Rescue bersama anggota Badan Reaksi Cepat Garda Pemuda NasDem serta jajaran Pengurus DPD Partai NasDem membangun Posko Bencana Alam dan mendistribusikan lansung bantuan sebanyak 68 paket logistik sembako yang terdiri dari : 23 karung Beras, 50 Dos Mie Instan, 75 ikan kaleng, 75kg gula pasir, 75 botol minyak goreng 450ml, 75 dos teh celup,4 lusin popok bayi dan 1 lusin minyak kayu putih  kepada masing-masing keluarga yang menjadi korban bencana banjir.

Menurut Sahlan, bantuan dari Partai NasDem ini dimaksudkan untuk sedikit meringankan beban warga yang telah kehilangan harta bendanya. “Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan yang kami berikan namun hal ini memang sudah menjadi kewajiban bagi kita semua untuk bisa saling membantu dan berbuat sekecil apapun itu sehingga saudara-saudara kita dan sedikit terbantukan apalagi bagi saudara-saudara kita yang kehilangan tempat tinggal. Dan yang pasti kami juga selaku Pengurus dan kader Partai NasDem yang saat ini bertugas sebagai perwakilan rakyat di DPRD Kab. Donggala akan terus mengkoordinasikan kondisi masyarakat kita saat ini dengan pihak Pemda Kab. Donggala dalam hal ini bapak Bupati untuk mengupayakan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal,” ungkap Anggota DPRD asal dapil 3 Kab. Donggala.

Sebelum menyerahkan bantuan sembako, Sahlan juga menyampaikan permohonan maaf karena Ketua DPW Partai NasDem Sulteng Ahmad Ali karena belum dapat hadir secaralangsung  di tengah masyarakat Desa Sarombaya karena sedang berada di Jawa Barat mendampingi atlit Karateka Sulteng yang sedang bertanding di PON.

Salah seorang korban Banjir Bapak Ibrahim yang rumahnya terletak di Dusun II mengaku bahwa Banjir pertama datang pada hari Rabu (14/9/2016) yang menghanyutkan rumahnya bersama Ikram yang bertetangga dengannya. “Saat banjir datang tak satupun yang bisa saya selamatkan kecuali selembar atap seng, ujarnya lesuh. Setelah hari itu, keesokan harinya saya coba mendirikan beberapa batang bambu dan kayu yang ada untuk memasang tenda bantuan dari Pemda diatas pondasi bekas rumah saya, tapi hari minggu sore air sungai kembali besar karena hujan deras kembali datang lagi,” akunya.

Hajalia  menyampaikan bahwa banjir besar ini terjadi sehari setelah lebaran Idul Adha termasuk salah satunya milik Ketua Ranting Partai NasDem Desa Sarombaya, Ibrahim. “Ketika kami melakukan kunjungan langsung sehari sebelum hari ini kami bisa melihat dengan jelas bahwa hingga saat ini masyarakat korban khususnya yang berada di dua dusun Desa Sarombaya ini masih terus khawatir dan tetap harus waspada karena curah hujan masih tinggi yang setiap menjelang sore hari seperti saat ini,” ungkapnya.

Karena ketika hujan deras kembali turun seperi ini maka air sungai menjadi lebih banyak dengan arus yang begitu deras. Hal ini akan sangat menyulitkan warga untuk bisa menyeberanginya khususnya bagi anak-anak dan perempuan orang dewasa yang lanjut usia. Selain itu, perempuan dan anak-anak sangat membutuhkan air bersih lebih banyak dan juga sangat kesulitan jika dengan kondisi banjir seperti ini.

Di dusun III, terdapat sekolah Tsanawiyah dan Aliyah dimana siswanya juga berasal dari Dusun II dan Dusun I dan Desa tetangga. Sehingga saat ini masyarakat masih sangat membutuhkan bantuan pangan karena mereka sulit beraktifitas mencari nafkah dengan kondisi harus tetap waspada menjaga situasi yang setiap saat masi bisa mengancam.

“Pemda sudah harus memikirkan dan memprogramkan agar dapat membangun jembatan yang permanen untuk dapat menghubungkan dua dusun yang dilintasi oleh aliran sungai deras ini,” harap Lia Somba yang juga Sekretaris DPW Garnita Malahayati NasDem Sulteng.

Data Korban Bencana Banjir di Desa sarombaya adalah 18 Rumah hanyut (termasuk Bantaya yang ditempati oleh Ketua Adat), 12 Rumah Rusak berat termasuk Panti Asuhan ditambah Posyandu), 38 Rumah rusak ringan atau yang terkena dampak, ratusan tanaman (pohon kelapa, kakao dan palawija) rusak dan hanyut, Bak penampung dan pipa air bersih rusak jebol dan hanyut. (afd/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *